Makanan Kukusan Lagi Tren, Pakar Ungkap Manfaatnya untuk Tubuh

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Ubi Jalar. (Dok Pexel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren makanan kukusan dan rebusan semakin populer di kalangan masyarakat seiring meningkatnya kesadaran terhadap pola hidup sehat. Dari sudut pandang gizi, tren ini dinilai membawa dampak positif karena mendorong konsumsi pangan alami dan minim proses.

Dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Sekolah Vokasi IPB University, Ai Imas Faidoh Fatimah mengatakan, berbagai jenis pangan kukusan memiliki kandungan gizi yang baik dan berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi tubuh.


Baca: 5 Gejala Awal Ginjal Rusak Diam-Diam, Termasuk Sulit Tidur

"Pangan kukusan seperti jagung, pisang, ubi jalar, singkong, dan labu merupakan sumber karbohidrat kompleks, serat pangan, serta berbagai vitamin yang mendukung kesehatan," ujar Ai Imas dikutip dari website resmi IPB University, Senin (12/1/2026).

Ia menilai tren ini sebagai sinyal meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi real food dan pangan alami. Dari sisi metode pengolahan, mengukus dan merebus juga dinilai lebih sehat dibandingkan menggoreng.

"Pengukusan meminimalkan penggunaan minyak sehingga pangan menjadi lebih rendah lemak jenuh dan kalori," jelasnya.

Baca: Cek Frekuensi Kencing dalam Sehari yang Sehat Menurut Pakar

Selain itu, suhu pengolahan yang relatif lebih rendah membantu mempertahankan kandungan nutrisi, terutama vitamin dan mineral. Bahan pangan yang dikukus tidak bersentuhan langsung dengan air, sehingga kehilangan zat gizi lebih kecil.

Sejumlah bahan pangan bahkan sangat diuntungkan jika diolah dengan metode kukus. Umbi-umbian seperti ubi jalar, singkong, talas, dan kentang menjadi sumber karbohidrat utama.

Sayuran hijau dan berwarna cerah seperti brokoli, wortel, dan labu kuning kaya vitamin dan antioksidan. Sementara itu, kacang-kacangan seperti kacang tanah dan edamame menjadi sumber protein nabati dan mineral, jagung manis mengandung karbohidrat serta vitamin, dan telur cocok diolah dengan metode kukus sebagai sumber protein hewani.

"Sebagian besar bahan tersebut merupakan pangan lokal Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan gizi, pengolahan pangan kukusan juga turut memperkuat konsumsi pangan berbasis sumber daya dalam negeri," katanya.

Terkait frekuensi konsumsi, Ai Imas menegaskan makanan kukusan aman dan bahkan dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari sebagai bagian dari pola makan harian. Meski demikian, prinsip variasi dan keseimbangan gizi tetap harus diperhatikan.

"Makanan kukusan sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein hewani agar tidak hanya memberi rasa kenyang dan mengikuti tren, tetapi juga mendukung kesehatan tubuh secara optimal," ujarnya.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:
Video: PSSI Kenalkan John Herdman: Pelatih Baru Timnas Indonesia

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kronologi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice soal Ijazah Jokowi
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Kronologi Wanita Adang Pengendara Motor di Jalur Sepeda Jalan Sudirman
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Teganya Pria Bogor Bacok Mantan Istri dan Suami Barunya
• 14 jam laludetik.com
thumb
Pemadaman Internet Nasional di Iran Masuki Hari Keempat di Tengah Gelombang Protes Akibat Inflasi
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Child Grooming, Ancaman Nyata di Era Konektivitas
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.