Ketinggian Kabel Semrawut di Sawangan Depok Ditambah 1,5 Meter dengan Bambu Penyangga

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com – Keberadaan bambu penyangga di Jalan Raya Sawangan, Kota Depok, dinilai membantu mengurangi risiko untaian kabel semrawut yang menjuntai terlalu rendah dan berpotensi mengganggu aktivitas warga maupun kendaraan yang melintas.

Menurut Dika (35), juru parkir di sekitar lokasi, bambu penyangga tersebut berfungsi meninggikan posisi kabel hingga sekitar 1,5 meter dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Kalau enggak pake bambu palingan ya tinggi kabel tepat di bawah tulisan papan UGD tuh, dua meter di atas tanah kali ya,” ucap Dika saat ditemui di lokasi, Selasa (13/1/2026).

Dika menuturkan, kondisi kabel semrawut di kawasan Sawangan sudah dibiarkan lebih dari satu tahun.

Baca juga: Kabel Semrawut Terlalu Rendah, Warga Pasang Bambu Penyangga di Sawangan

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Kota Depok, kabel semrawut, jalan raya sawangan, bambu penyangga, Kabel semrawut Depok&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMy8xNTUwMDQ0MS9rZXRpbmdnaWFuLWthYmVsLXNlbXJhd3V0LWRpLXNhd2FuZ2FuLWRlcG9rLWRpdGFtYmFoLTE1LW1ldGVyLWRlbmdhbg==&q=Ketinggian Kabel Semrawut di Sawangan Depok Ditambah 1,5 Meter dengan Bambu Penyangga§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Di depan Rumah Sakit Bhakti Yudha, untaian kabel bahkan menjuntai dengan ketinggian sekitar dua meter dari permukaan tanah, sehingga rawan tersangkut kendaraan bertinggi besar.

Meski sejauh ini belum menimbulkan insiden, Dika menilai pemasangan bambu penyangga memiliki peran penting untuk menjauhkan kabel dari aktivitas di trotoar dan akses keluar-masuk rumah sakit.

“Dibilang bahaya juga enggak, belum pernah ada kejadian apa-apa tapi ya itu pasang bambu biar mobil yang masuk rumah sakit enggak tersangkut kabel,” ujar Dika.

Pendapat serupa disampaikan warga lain bernama Guntur. Ia mengaku merasa terbantu dengan keberadaan bambu penyangga tersebut karena tidak mengganggu arus lalu lintas, sekaligus mengurangi risiko kabel menyentuh pejalan kaki.

“Tiangnya juga enggak ganggu jalan sih jadi saya yang sehari-hari lewat sini malah kebantu sih kabelnya enggak gitu nyentuh orang,” terang Guntur.

Ia berharap bambu penyangga itu tetap dipertahankan setidaknya hingga ada penataan kabel secara permanen oleh pemerintah daerah.

“Mending bambunya ada terus sih, toh belum tahu kapan kabel di sini mau dirapihin Pemda,” sambungnya.

Baca juga: Kabel Semrawut di Sawangan Ganggu Akses Jalan, Disangga dengan Bambu

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pada Selasa (13/1/2026), bambu penyangga tersebut berdiri tepat di akses masuk Rumah Sakit Bhakti Yudha dengan tinggi sekitar 4–5 meter.

Pada bagian atasnya, bambu dibentuk menyerupai huruf Y sebagai tempat menopang untaian kabel agar tidak terlalu menjuntai ke bawah.

Bambu penyangga itu berada di antara dua tiang listrik yang berjarak sekitar 7 hingga 20 meter.

Di kedua tiang tersebut, kondisi kabel tampak semakin semrawut, dengan sejumlah gulungan kabel dibiarkan menumpuk dan menyatu dengan untaian lainnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Di beberapa titik, jarak kabel terendah dengan pejalan kaki diperkirakan hanya sekitar 1,5 meter.

Kondisi kabel semrawut ini terlihat hampir di sepanjang Jalan Raya Sawangan, mulai dari kawasan Taman Secawan hingga arah pintu Tol Depok–Antasari (Desari).

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Daftar Mantan Menteri Jokowi Tersangkut Kasus Hukum, Terbaru Yaqut
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mau coba game resmi Play Store berbayar tapi takut boncos? Bocoran fitur yang satu ini bisa jadi jawab
• 10 jam lalubrilio.net
thumb
Saat Seratusan Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Terganggu akibat Hujan
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Anak Usaha Butuh Pendanaan, UNTR Suntik Modal Rp500 Miliar
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem Akibatkan Sejumlah Rumah Rusak di Lombok Timur
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.