Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran Rp 20 triliun untuk membangun klaster ayam petelur dan pedaging di 13 provinsi.
Staf Khusus Menteri Pertanian, Sam Herodian, mengatakan pembangunan klaster tersebut bakal dimulai secara bertahap pada 2026. Tahap awal menyasar tujuh lokasi.
"Tahun ini kita akan membangun beberapa tempat untuk pusat unggas, karena konsumsi sumber protein yang paling murah dari unggas. Ini kita mau bangun, tahun ini baru sekitar 7 [tempat]," ujar Sam dalam pada acara Road to Jakarta Food and Security Summit di Gedung Kadin, Jakarta, Selasa (13/1).
Secara keseluruhan, klaster peternakan ayam petelur dan pedaging direncanakan dibangun di 13 provinsi, yakni Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Selatan, dan Jawa Timur.
Sam menjelaskan, pemilihan wilayah tersebut bertujuan untuk pemerataan pembangunan sektor peternakan, sekaligus memperkuat basis produksi ayam dan telur di luar sentra lama.
Menurutnya, sekitar 70 persen bisnis ayam dan telur nasional masih dikuasai oleh dua perusahaan besar. Padahal, perputaran uang di sektor ini sangat besar.
Berdasarkan paparannya, sebelum adanya intervensi program pemerintah, total perputaran uang industri ayam dan telur mencapai Rp 554 triliun. Angka tersebut berasal dari industri pakan sebesar Rp 133 triliun, industri daging ayam Rp 222 triliun, dan industri telur ayam Rp 199 triliun.
"Tahun ini ada Rp 20 triliun untuk ayam. Nah silakan dimanfaatkan akan kami bantu siapkan perizinan industrinya," kata Sam.
Dengan tambahan anggaran itu, Kementan memperkirakan bakal terjadi peningkatan perputaran uang hingga Rp 99 triliun. Kenaikan ini berasal dari sektor pakan yang diproyeksikan bertambah Rp 14 triliun, industri daging ayam Rp 40 triliun, serta industri telur ayam Rp 45 triliun.
Jika target tercapai, maka total perputaran uang industri ayam dan telur nasional diperkirakan meningkat jadi Rp 653 triliun. Rinciannya, sektor industri pakan mencapai sekitar Rp 147 triliun, industri daging ayam Rp 262 triliun, dan industri telur ayam Rp 244 triliun.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5113102/original/000948300_1738211828-20250130-Banjir_Jalan_Kamal-ANG_4.jpg)

