Pemerintah Taiwan menyatakan telah mencapai konsensus luas dengan Amerika Serikat (AS).
IDXChannel - Pemerintah Taiwan menyatakan telah mencapai konsensus luas dengan Amerika Serikat (AS).
Kedua pihak kini tengah membahas jadwal pertemuan penutup yang membuka jalan bagi pengumuman kesepakatan dalam waktu dekat.
Dilansir dari CNA pada Selasa (13/1/2026) Kantor Negosiasi Perdagangan Taiwan mengatakan tujuan utama Taipei adalah menurunkan tarif AS menjadi 15 persen dari 20 persen.
Negosiasi ini dimulai sejak April tahun lalu, setelah Presiden AS Donald Trump sebelumnya memberlakukan tarif 32 persen terhadap produk Taiwan sebelum kemudian menurunkannya menjadi 20 persen.
Sebagai produsen semikonduktor utama, Taiwan telah berulang kali menyatakan bahwa tawarannya kepada AS mencakup bantuan dalam meniru keberhasilan pulau tersebut dalam membangun klaster teknologi di sekitar taman sains khusus.
Laporan New York Times pada Senin menyebutkan pemerintahan Trump hampir mencapai kesepakatan untuk memangkas tarif menjadi 15 persen, dengan imbalan komitmen dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) untuk membangun setidaknya lima fasilitas tambahan di Arizona. Namun, TSMC menolak berkomentar apakah akan menambah investasi di luar komitmen yang sudah dijanjikan sebelumnya.
Surplus perdagangan Taiwan dengan AS pada 2024 tercatat sebesar USD73,9 miliar atau sekitar Rp1.247 triliun, tertinggi ketujuh di antara seluruh mitra dagang Amerika Serikat. Meski demikian, chip buatan Taiwan saat ini tidak dikenakan tarif oleh AS.
"Taiwan dan Amerika Serikat telah mencapai konsensus luas mengenai isu-isu terkait," demikian pernyataan tersebut, tanpa memberikan rincian. "Kedua pihak saat ini sedang membahas jadwal untuk mengadakan pertemuan penutup," kata kantor itu.
Pemerintah Taiwan juga berjanji akan memberikan penjelasan lengkap kepada parlemen dan publik setelah kesepakatan tercapai. Hingga kini, Kantor Perwakilan Perdagangan AS belum memberikan tanggapan resmi.
Sebuah sumber yang mengetahui perundingan tersebut, yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim mengingat sensitivitas masalah ini, mengatakan bahwa kesepakatan dapat diumumkan sebelum akhir Januari. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)


