Anak-Anak Gaza Berguguran dalam Kedinginan

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan pada Senin (12/1/2026), tiga anak telah meninggal dunia akibat suhu dingin yang ekstrem di kantong terkepung tersebut. Kematian tersebut menambah total jumlah anak yang meninggal  sejak awal musim dingin menjadi tujuh jiwa.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Para pejabat pun memperingatkan konsekuensi bencana akibat cuaca kutub yang mengancam sekitar 1,5 juta warga Palestina. Otoritas Pertahanan Sipil dan Rumah Sakit Al-Shifa juga melaporkan empat kematian tambahan yang disebabkan oleh hancurnya sebagian bangunan rusak akibat perang di barat Kota Gaza, dipicu angin kencang dan hujan deras yang melanda wilayah tersebut.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Jangan Cuma Modal Viral, Ini Rahasia Naik Kelas di Industri Kreatif Bareng Prodi Ilmu Komunikasi
  • Cuaca Ekstrem di Cirebon, Warga Diminta Waspada
  • Ini Rahasia di Balik Mengapa Rasulullah Melakukan Isra Miraj pada Malam Hari

Di Jalur Gaza tengah, ribuan pengungsi di kamp pengungsian Nuseirat terpaksa mencari tempat berlindung di dalam masjid dan bangunan yang sebagian telah hancur setelah angin kencang merobohkan tenda-tenda mereka.

Ibu Palestina berduka atas bayi perempuannya Rahaf Abu Jazar, yang meninggal karena kedinginan di tenda pengungsi di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 11 Desember 2025 - (Ramadan Abed/Reuters)

Juru bicara Pertahanan Sipil Mahmoud Basal mengatakan kepada Anadolu Agency, depresi udara kutub baru mulai mempengaruhi Gaza pada Selasa lalu. Dia memperingatkan dampaknya bisa menghancurkan bagi keluarga yang sudah hidup dalam kondisi memprihatinkan.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut Basal, lebih dari 1,5 juta orang saat ini tinggal di tenda, banyak di antaranya tidak mampu menahan cuaca ekstrem. Basal memperingatkan, kondisi yang memburuk dapat menyebabkan korban jiwa lebih lanjut, serta runtuhnya bangunan yang tidak stabil dan banjir di kamp-kamp pengungsian.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Venezuela Kecam Serangan Militer AS sebagai Kejahatan Perang dan Serukan Tanggung Jawab Global
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Breaking News! Komisi Informasi Kabulkan Gugatan Bonatua Minta Ijazah Jokowi ke KPU
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
PGAI Sumbar Bantah Tuduhan Pengusiran Pasien di Rumah Singgah Pasaman
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Jakarta Dikepung Banjir dan Macet Hari Ini
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kerja Maraton Mendagri Percepat Rehabilitasi-Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.