Protes Iran Memanas, Korban Tewas Protes Iran Tembus 646 Orang, Lebih 10 Ribu Ditangkap

fajar.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Jumlah korban tewas akibat gelombang protes nasional yang melanda Iran terus bertambah. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan, hingga Senin (11/1/2026), sedikitnya 646 orang dilaporkan meninggal dunia sejak aksi demonstrasi pecah di berbagai wilayah Iran.

Dalam laporan terbarunya, HRANA juga mencatat bahwa aparat keamanan Iran telah menangkap sedikitnya 10.721 orang hingga hari ke-16 protes nasional di negara yang dikenal sebagai Negeri Para Mullah tersebut. Jumlah ini mencerminkan eskalasi penindakan yang signifikan di tengah meningkatnya tekanan publik terhadap pemerintah Iran.

Selain korban jiwa dan penangkapan massal, HRANA mengungkapkan bahwa Iran mengalami pemadaman internet dalam durasi panjang. Organisasi tersebut mencatat total pemadaman jaringan internet telah berlangsung lebih dari 100 jam sejak gelombang protes dimulai. Pembatasan akses komunikasi ini dinilai memperburuk situasi kemanusiaan dan menyulitkan pemantauan kondisi di lapangan.

Gelombang protes di Iran bermula pada 28 Desember lalu di kawasan Grand Bazaar Teheran. Aksi tersebut dipicu oleh anjloknya nilai tukar rial Iran yang kian tajam, disertai dengan memburuknya kondisi ekonomi masyarakat. Dalam waktu singkat, demonstrasi meluas ke berbagai kota besar dan wilayah lain, dengan tuntutan yang berkembang dari isu ekonomi hingga kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Pemerintah Iran menanggapi protes tersebut dengan pendekatan keamanan yang ketat. Para pejabat Iran menuding adanya campur tangan asing dalam gelombang demonstrasi ini. Amerika Serikat dan Israel dituduh berada di balik dukungan terhadap kelompok yang oleh Teheran disebut sebagai “perusuh bersenjata”.

Menurut otoritas Iran, kelompok-kelompok tersebut diduga telah melakukan sejumlah serangan di ruang publik dan fasilitas umum di berbagai daerah. Tuduhan ini menjadi dasar bagi pemerintah Iran untuk memperketat pengamanan serta meningkatkan operasi penangkapan terhadap para demonstran.

Situasi di Iran juga menjadi perhatian serius komunitas internasional, terutama Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump pada Minggu (11/1) menyatakan bahwa pemerintahannya tengah memantau perkembangan di Iran secara intensif seiring meningkatnya jumlah korban tewas.

“Kita akan mengambil keputusan,” kata Trump.

Presiden AS itu menegaskan bahwa Washington menerima laporan secara berkala mengenai situasi di Iran. Trump menyebut pihaknya mendapatkan pembaruan hampir setiap jam, meski ia tidak merinci langkah konkret yang akan diambil Amerika Serikat.

Trump juga tidak memberikan kejelasan terkait kapan, di mana, atau bagaimana AS akan bertindak terhadap situasi di Iran. Namun, pernyataannya tentang kemungkinan “opsi yang sangat kuat” mengindikasikan bahwa pemerintahan AS tengah mempertimbangkan berbagai skenario respons.

Hingga kini, ketegangan di Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Aksi demonstrasi masih berlangsung di sejumlah wilayah, sementara aparat keamanan terus meningkatkan penjagaan. Laporan HRANA mengenai korban jiwa, penangkapan massal, serta pemadaman internet mempertegas besarnya dampak krisis ini terhadap kehidupan sipil di Iran.

Perkembangan situasi di Iran diperkirakan akan terus menjadi sorotan dunia internasional, terutama terkait isu hak asasi manusia, stabilitas kawasan Timur Tengah, serta potensi respons geopolitik dari negara-negara besar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Luhut Pernah Tolak Toba Pulp Lestari: Penyebab Terbesar Hutan Tapanuli Rusak
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tersingkir Lebih Awal Setelah Kalah dari Paris FC, PSG Gagal Pertahankan Gelar Piala Prancis
• 13 jam lalumerahputih.com
thumb
Masih Dikeluhkan Konsumen, Ini Fakta Biaya Tambahan Transaksi QRIS di Merchant
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara di Malang
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Meta Bakal PHK 10 Persen Karyawan Divisi Metaverse
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.