Hakim Tolak Eksepsi Crazy Rich Haji Sutar, Sidang TPPU Narkotika Berlanjut

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Palembang, tvOnenews.com – Upaya terdakwa Sutarnedi alias crazy rich Haji Sutar untuk menggugurkan dakwaan dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang bersumber dari kejahatan narkotika berakhir kandas.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang menolak seluruh eksepsi yang diajukan penasihat hukum para terdakwa dalam sidang yang digelar Senin (12/1/2026).

Sidang terbuka untuk umum tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim Ahmad Samuar dengan agenda pembacaan putusan sela atas keberatan terhadap surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terdakwa utama Sutarnedi, pengusaha perikanan asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), hadir langsung di ruang sidang bersama dua terdakwa lainnya, Apri Maikel Jekson dan Debyk alias Debyk bin Mardin. Sementara dua terdakwa terakhir mengikuti persidangan secara daring dari Lapas Pakjo Palembang.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai seluruh dalil keberatan tidak beralasan menurut hukum. Surat dakwaan JPU dinyatakan telah disusun secara cermat, jelas, dan lengkap, serta tidak mengandung cacat formil maupun materiil.

“Menolak seluruh eksepsi penasihat hukum terdakwa dan menyatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum sah menurut hukum,” tegas Ketua Majelis Hakim saat membacakan amar putusan sela.

Dengan putusan tersebut, majelis hakim memerintahkan JPU melanjutkan perkara ke tahap pembuktian, termasuk pemeriksaan saksi-saksi.

Dalam dakwaan disebutkan, Sutarnedi diduga melakukan pencucian uang hasil bisnis narkotika sejak 2012 hingga 2025, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri. Perbuatan itu melibatkan sejumlah rekening bank, antara lain di Bank BCA KCU Palembang, Bank Mandiri, dan Bank BPD Sumsel Babel, serta dilakukan di beberapa wilayah yang masih berada dalam yurisdiksi PN Palembang.

Perkara ini bermula dari penangkapan Sutarnedi bersama Apri Maikel Jekson oleh BNN RI pada Senin, 28 Juli 2025, sekitar pukul 06.15 WIB, di sebuah rumah di Jalan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang.

Jaksa mengungkapkan, terdakwa menggunakan rekening atas namanya sendiri untuk menerima, menampung, mentransfer, hingga membelanjakan uang hasil kejahatan narkotika. Dari penelusuran transaksi keuangan, ditemukan ratusan transaksi keluar-masuk dana dengan nilai total puluhan miliar rupiah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK OTT Pegawai Pajak Berujung Geledah Kantor Pusat, DJP Buka Suara
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Bapanas Jamin Stok Beras Awal 2026 Aman, Pemerintah Tegaskan Tak Perlu Impor
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Viral di Indonesia, Bagaimana Spesifikasi Game TheoTown?
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
BPJS Kesehatan Kerja Sama dengan Jamdatun, Perkuat Aspek Hukum JKN
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.