Jelang Usia ke-22, Transjakarta Hadapi Ujian Kualitas Layanan dan Standar Keselamatan

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

Menuju ulang tahun ke-22 pada 15 Januari mendatang, perjalanan Transjakarta masih menghadapi tantangan. Insiden layanan untuk pelanggan disabilitas dan kecelakaan bus dua hari terakhir menjadi momen refleksi bagi manajemen untuk meninjau kembali standar pelayanan dan keselamatan penumpang.

Insiden pertama yang menyita perhatian publik terjadi pada Minggu (11/1/2026). Seorang perempuan tunanetra terperosok ke dalam saluran air atau got di sekitar Halte Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, hingga pakaiannya kotor, usai menggunakan layanan Transjakarta Cares.

Berdasarkan video yang diunggah akun @wahidgo90 di Instagram, korban diduga ditinggalkan petugas tanpa pendampingan tuntas hingga ke titik aman. Korban hanya diberi arahan verbal "tinggal lurus saja", padahal kondisi trotoar memiliki lubang terbuka yang fatal bagi penyandang disabilitas netra.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM, menyesalkan kejadian tersebut. Pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan pelanggan yang bersangkutan untuk menyampaikan permohonan maaf serta memberikan perhatian dan pendampingan.

”Transjakarta siap memberikan perhatian serta pendampingan kepada pelanggan yang bersangkutan,” ujar Tjahyadi di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Kejadian ini, kata Tjahyadi, menjadi perhatian serius manajemen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional layanan, khususnya layanan pendampingan Transjakarta Cares. Standar pelayanan juga akan diperketat agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

”Saat ini kami melakukan evaluasi internal dan memperkuat kembali standar pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Baca JugaHujan Deras Picu Banjir dan Genangan di Jakarta, Layanan KRL dan Transjakarta Terdampak

Belum tuntas evaluasi layanan, aspek keselamatan operasional Transjakarta kembali diuji pada Senin (12/1/2026). Bus listrik rute 4B (Manggarai–Universitas Indonesia) menabrak tiang gardu listrik di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, hingga menyebabkan satu penumpang terluka.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Komarudin menyebut, kecelakaan tunggal bus bernomor polisi B 7022 TGX itu diduga terjadi karena pengemudi kehilangan kendali. Bus melaju dari arah selatan ke utara di Jalan Raya Pasar Minggu. Saat memasuki kolong layang Gerbang Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), pengemudi kehilangan kendali dan menabrak tiang.

Terkait hal ini, Tjahyadi memastikan pihaknya bertanggung jawab penuh. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo, dan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh operator.

”Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Korban sudah mendapatkan perawatan, dan seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh operator,” ucapnya.

Baca JugaTransjakarta Buka Sekolah Pramudi, Jamin Kompetensi dan Cegah Kecelakaan 

Ia menambahkan, Transjakarta tengah melakukan investigasi menyeluruh atas kecelakaan tersebut. Jika ditemukan unsur kelalaian, sanksi tegas akan diberikan kepada pramudi maupun operator sesuai ketentuan yang berlaku.

”Keselamatan pelanggan senantiasa menjadi prioritas tertinggi dalam setiap layanan kami,” ujar Tjahyadi.

Dua insiden dalam dua hari terakhir menjadi pengingat bahwa penambahan armada dan transformasi teknologi harus seiring dengan peningkatan sumber daya manusia, standar operasional, dan empati pelayanan.

Skala operasional Transjakarta yang kian membesar membuat berbagai risiko operasional menjadi perhatian serius. Sejak meluncurkan Koridor 1 (Blok M–Kota) sepanjang 12,9 kilometer (km) pada 15 Januari 2004, Transjakarta tercatat sebagai sistem bus rapid transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Saat ini, total lintasan Transjakarta telah mencapai 251,2 km yang tersebar di 14 koridor utama dengan 269 halte. Sistem ini menjadi urat nadi mobilitas yang menghubungkan seluruh penjuru Jakarta dan wilayah penyangga.

Baca JugaTransjakarta, 20 Tahun Perjalanan Membangun Budaya Transportasi Publik

Pertumbuhan pengguna juga signifikan. Sepanjang 2024, jumlah pelanggan Transjakarta tercatat mencapai 371 juta orang, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan 2023 yang mencapai 285 juta pelanggan. Tren kenaikan ini berlanjut pada 2025. Secara kumulatif Januari–Oktober 2025, jumlah penumpang sudah menembus 339 juta orang.

Dari sisi armada, pada Oktober 2025, tercatat sebanyak 5.073 unit bus Transjakarta beroperasi di berbagai koridor dan rute pengumpan. Setiap hari, lebih dari 1 juta pelanggan dilayani oleh ribuan armada yang menjangkau ratusan rute, termasuk hingga ke kawasan permukiman melalui layanan Mikrotrans.

Besarnya skala layanan ini membuat tantangan operasional semakin kompleks. Pengawasan terhadap kondisi armada, kinerja pengemudi, serta standar keselamatan dan pelayanan harus terus diperkuat agar pertumbuhan jumlah penumpang sejalan dengan rasa aman dan kepercayaan publik.

Di tengah tingginya volume layanan, tarif Transjakarta masih bertahan di angka Rp 3.500 per perjalanan, meski sebelumnya sempat mencuat wacana penyesuaian menjadi Rp 5.000. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, belum ada keputusan terkait kenaikan tarif tersebut.

”Untuk hal yang berkaitan dengan Transjakarta, belum ada pembahasan secara khusus mengenai tarif naik atau tidak naik,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Minggu (11/1/2026).

Baca JugaSubsidi Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Turun, Tarif Belum Akan Dinaikkan

Meski demikian, subsidi Transjakarta untuk 2026 mengalami penyesuaian. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga, menyebut, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, subsidi Transjakarta dialokasikan sebesar Rp  3,7 triliun.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp  4,1 triliun. Padahal, untuk mempertahankan tingkat layanan yang sama seperti 2025, dibutuhkan anggaran sekitar Rp  4,8 triliun.

Harus lebih baik

Warga Jakarta pun menaruh harapan besar agar Transjakarta di usia ke-22 semakin matang. Tamara (26), warga Jakarta Selatan, mengapresiasi adanya layanan inklusif seperti Transjakarta Cares. Namun, dia menekankan pentingnya pelaksanaan di lapangan.

Bagi Tamara, layanan ramah disabilitas tidak cukup hanya dengan menyediakan mobil. Yang lebih penting adalah sikap petugas yang peka dan mau memastikan penumpang benar-benar selamat sampai tujuan.

Transportasi publik seharusnya jadi pilihan paling aman. Kalau pengawasannya ketat, risiko kecelakaan pasti bisa ditekan. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang

”Layanan inklusif itu harus terasa nyata. Petugas perlu dilatih bukan cuma soal teknis, tapi juga soal kepedulian. Jangan sampai penumpang merasa tidak aman,” kata Tamara, Selasa (13/1/2026).

Selain peningkatan layanan, Tamara berharap, kondisi sekitar halte dan jalur pejalan kaki juga diperbaiki. Trotoar yang rusak ditata ulang, got terbuka ditutup, dan jalur ramah disabilitas dipastikan aman serta bisa digunakan dengan nyaman.

Warga Jakarta Pusat, Riandi (29), menyoroti aspek keselamatan di jalan raya. Rentetan kecelakaan bus membuatnya khawatir. Ia berharap pengawasan terhadap kondisi armada dan kesehatan sopir lebih diperketat, termasuk jam kerja, kondisi fisik, dan pelatihan berkendara.

”Transportasi publik seharusnya jadi pilihan paling aman. Kalau pengawasannya ketat, risiko kecelakaan pasti bisa ditekan. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang,” katanya.

Baca JugaTransjakarta Siap Dampingi Korban Dugaan Pelecehan di Dalam Armada Bus

Selain keselamatan, Riandi menyoroti kemacetan yang semakin parah saat hujan turun. Genangan air, saluran drainase yang tersumbat, dan perbaikan jalan yang belum tertata rapi membuat arus lalu lintas tersendat.

Menuju usia baru, tantangan Transjakarta kini bukan lagi sekadar menambah armada, melainkan menjaga kepercayaan publik. Transjakarta perlu menghadirkan layanan yang lebih aman, nyaman, dan dapat diandalkan seluruh warga tanpa terkecuali.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemogokan Jagal Belum Pengaruhi Distribusi Daging di Surabaya
• 8 jam lalukompas.id
thumb
John Herdman Bidik Sejarah Baru di Piala Asia, ASEAN Championship Jadi Ajang Uji Kedalaman Timnas Indonesia
• 9 jam lalubola.com
thumb
Azis Subekti: Kepercayaan Publik Ujian Terbesar Pemerintahan Prabowo
• 10 jam laluidntimes.com
thumb
Trio Maling Motor Dar Der Dor di Jakbar Kini Tertunduk Lesu
• 16 jam laludetik.com
thumb
John Herdman: Tekanan di Timnas Indonesia Adalah Berkah
• 12 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.