Kucing Paling Putus Asa di “Lereng Keputusasaan” di Henan Menjadi Viral di Daratan Tiongkok 

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Anak kucing bernama “Doudou” yang tinggal di sebuah hotel di puncak “Tanjakan Putus Asa” (Juewang Po) di Pegunungan Taihang Selatan, Provinsi Henan, Tiongkok secara tak terduga menjadi viral. Pada 12 Januari, topik terkait naik ke daftar tren dan memicu perbincangan hangat.

Menurut laporan media daratan Tiongkok, Doudou adalah kucing peliharaan milik sebuah hotel di puncak Juewang Po. Ia berkarakter ramah dan gemar “berpatroli” di jalur pendakian. Namun karena sering berjalan sendirian di gunung, banyak wisatawan yang bermaksud baik mengiranya sebagai kucing liar, lalu berulang kali “menyelamatkannya” dengan menggendongnya turun gunung.

Yang paling berlebihan, Doudou pernah mengalami kejadian dalam satu hari: tiga kali berhasil mendaki kembali ke rumahnya, tetapi tiga kali pula kembali digendong orang turun gunung. Ia baru tiba di rumah saat hari sudah gelap, kelelahan hingga terkulai. Warganet pun berkomentar bahwa “di Tanjakan Putus Asa, yang menumpuk adalah keputusasaan Doudou.”

Kejadian ini memicu diskusi hangat. Ada yang bertanya, “Kalau digendong turun berkali-kali, apa tidak baru sampai tengah malam?” Pemilik Doudou menjawab bahwa kucing itu baru tiba di rumah sekitar pukul 5 sore.

Komentar warganet lainnya antara lain:
“Doudou capek sekali seharian. Dia mau pulang, tapi terus digendong turun gunung. Kenapa jalan pulang jadi sejauh ini?”
“Baru lihat videonya, digendong turun gunung berkali-kali oleh para pendaki.”
“Pasti capek banget.”

Ada pula warganet yang mengingatkan soal keselamatan Doudou:
“Lindungi Doudou. Setelah viral, bisa saja ada orang jahat yang menyakitinya. Jangan biarkan dia sembarangan makan. Lindungi Doudou!”

“Karena lagi viral, sebaiknya sementara dipelihara di rumah saja dan dipasangi pelacak. Kalau memungkinkan, pindahkan ke tempat lain. Kalau tidak, Doudou sering keluar sendiri dan lokasinya mudah ditebak, terlalu gampang ditemukan.”

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pemilik Doudou telah memasangkan tanda pengenal pada kucing tersebut.

Pemilik Doudou, Ibu Guo, mengatakan: “Sejak kecil dia bermain di gunung ini dan setiap hari selalu pulang. Sebelumnya kami sempat menemukan ada orang yang mengiranya kucing liar dan hampir membawanya pergi. Karena itu kami membuatkan tanda pengenal agar orang yang lewat bisa lebih memperhatikan dan membantu menjaganya.”

Sejak Doudou memakai tanda pengenal, kejadian “penyelamatan keliru” berkurang drastis, dan Doudou akhirnya bisa kembali berpatroli dengan tenang. (Hui)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
CIMB Niaga Hadirkan Bonus Produk untuk Belanja di Alfamidi
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polisi Tangkap Pembunuh Remaja yang Ditemukan Peziarah di TPU Bekasi
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Momen Megawati Bekali 38 Ketua DPD Tas Siaga Bencana dan Bibit Pohon Saat Tutup Rakernas
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Antisipasi Cuaca Ekstrem di Jakarta
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
KUR Bank Mandiri Tembus Rp40.99 Triliun, Dorong UMKM Produktif di 2025
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.