Jakarta (ANTARA) - Perusahaan layanan transportasi berbasis aplikasi (aplikator) Grab Indonesia mengucurkan bantuan Rp100 miliar untuk program kesejahteraan mitra pengemudi ojek online (ojol).
“Hari ini Grab meluncurkan Grab Untuk Indonesia, sebuah dukungan berkelanjutan bagi mitra pengemudi dalam tiga babak senilai Rp100 miliar,” kata Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam peluncuran program tersebut di Jakarta, Selasa.
Adapun program dengan tiga babak itu meliputi pemberian BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi mitra berprestasi guna memperluas perlindungan mitra ojol.
“Sejak awal Grab yakin bahwa pertumbuhan bisnis berkelanjutan dapat terwujud ketika mitra pengemudi merasa aman, berdaya dan miliki masa depan. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam perluas perlindungan sosial bagi pelaku ekonomi digital,” ujar Neneng.
Lebih lanjut, Neneng mengatakan Grab Indonesia juga akan meneruskan Bonus Hari Raya (BHR) pada periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
“Ramadhan adalah waktu untuk berhenti sejenak dan menata niat kembali. Melalui BHR 2026, Grab melanjutkan apresiasi tambahan bagi mitra berprestasi dalam semangat kebersamaan dan rasa syukur di balik Hari Raya,” kata dia.
Upaya ketiga dalam rangkaian program tiga babak ini adalah menaikkan kelas mitra melalui program Grab Academy.
Neneng mengatakan, inisiatif ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan sosial bagi ekosistem ekonomi digital.
“Seluruh langkah ini bisa dimungkinkan dengan tetap menjaga keberlanjutan model kemitraan dan struktur bagi hasil yang sudah berjalan,” kata Neneng.
“Bentuk dukungan bisa berkembang dari waktu ke waktu. Grab berkomitmen akan berpegang pada perlindungan, memberikan apresiasi yang tepat, dan memperkuat kapastias supaya melihat peluang baru dengan tanpa mengorbankan fleksibilitas kemitraan dan ekosistem,” ujarnya menambahkan.
Baca juga: Rosan sebut merger GoTo-Grab masih berjalan
Baca juga: Grab fokus ke kesejahteraan mitra pada ekosistem transportasi digital
Baca juga: Grab nilai wacana komisi 10 persen masih perlu dikaji menyeluruh
“Hari ini Grab meluncurkan Grab Untuk Indonesia, sebuah dukungan berkelanjutan bagi mitra pengemudi dalam tiga babak senilai Rp100 miliar,” kata Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam peluncuran program tersebut di Jakarta, Selasa.
Adapun program dengan tiga babak itu meliputi pemberian BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi mitra berprestasi guna memperluas perlindungan mitra ojol.
“Sejak awal Grab yakin bahwa pertumbuhan bisnis berkelanjutan dapat terwujud ketika mitra pengemudi merasa aman, berdaya dan miliki masa depan. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam perluas perlindungan sosial bagi pelaku ekonomi digital,” ujar Neneng.
Lebih lanjut, Neneng mengatakan Grab Indonesia juga akan meneruskan Bonus Hari Raya (BHR) pada periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
“Ramadhan adalah waktu untuk berhenti sejenak dan menata niat kembali. Melalui BHR 2026, Grab melanjutkan apresiasi tambahan bagi mitra berprestasi dalam semangat kebersamaan dan rasa syukur di balik Hari Raya,” kata dia.
Upaya ketiga dalam rangkaian program tiga babak ini adalah menaikkan kelas mitra melalui program Grab Academy.
Neneng mengatakan, inisiatif ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan sosial bagi ekosistem ekonomi digital.
“Seluruh langkah ini bisa dimungkinkan dengan tetap menjaga keberlanjutan model kemitraan dan struktur bagi hasil yang sudah berjalan,” kata Neneng.
“Bentuk dukungan bisa berkembang dari waktu ke waktu. Grab berkomitmen akan berpegang pada perlindungan, memberikan apresiasi yang tepat, dan memperkuat kapastias supaya melihat peluang baru dengan tanpa mengorbankan fleksibilitas kemitraan dan ekosistem,” ujarnya menambahkan.
Baca juga: Rosan sebut merger GoTo-Grab masih berjalan
Baca juga: Grab fokus ke kesejahteraan mitra pada ekosistem transportasi digital
Baca juga: Grab nilai wacana komisi 10 persen masih perlu dikaji menyeluruh





