Makin Inklusif, Mattel Perdana Rilis Boneka Barbie dengan Kondisi Autisme

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Tak lama setelah merilis boneka Barbie down syndrome, Mattel kembali meluncurkan boneka inklusif baru dalam koleksi Barbie Fashionistas. Perusahaan mainan asal Amerika Serikat ini merilis Barbie dengan kondisi autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD).

Boneka Barbie ini dikembangkan oleh Mattel dalam kolaborasi bersama organisasi nirlaba untuk hak-hak orang dengan autisme, Autistic Self Advocacy Network (ASAN), selama lebih dari 18 bulan. Pengembangan Barbie dengan autisme merupakan salah satu kontribusi Mattel dalam inklusivitas, mendorong anak-anak perempuan merasa direpresentasikan dalam wujud boneka Barbie.

“Boneka ini, didesain dengan arahan dari Autistic Self Advocacy Network, membantu dalam memperluas wujud inklusi dalam rak mainan. Sebab, setiap anak berhak untuk melihat diri mereka sendiri dalam boneka Barbie,” ucap Global Head of Dolls Mattel, Jamie Cygielman, dikutip dari keterangan resmi.

Boneka ini hadir dengan fitur-fitur spesial menampilkan ciri khas yang dimiliki oleh orang dengan autisme. Perlu dicatat bahwa autisme adalah spektrum dan kondisi setiap orang berbeda-beda, sehingga karakteristik yang ada pada satu orang belum tentu ada di yang lain.

Namun, dilansir keterangan resmi, pilihan rancangan Barbie ini diambil oleh Mattel dan ASAN untuk merefleksikan pengalaman hidup yang mungkin familier bagi sejumlah orang dengan autisme.

“Sebagai bagian dari komunitas autistik, tim ASAN kami sangat senang dapat terlibat dalam pembuatan boneka Barbie pertama dengan kondisi autisme. Sangat penting bagi orang-orang muda dengan autisme untuk melihat representasi diri mereka sendiri yang autentik dan penuh kebahagiaan,” kata Executive Director Autistic Self Advocacy Network, Colin Killick.

Boneka Barbie dengan kondisi autisme ini memiliki bagian siku dan pergelangan tangan yang bisa digerakkan. Dengan fitur ini, area tangan Barbie bisa digerakkan untuk melakukan gestur yang biasa dilakukan oleh orang-orang dengan autisme, seperti stimming atau melambai-lambaikan tangan. Gerakan ini biasa dilakukan untuk memproses informasi sensoris atau menunjukkan antusiasme.

Di bagian wajah, Barbie ini memiliki pandangan mata yang sedikit melirik ke samping. Ini merepresentasikan sebagian orang dengan autisme yang cenderung menghindari kontak mata langsung.

Barbie dengan autisme juga membawa aksesori yang dimiliki oleh sebagian orang dengan autisme. Ada fidget spinner berwarna pink, mainan yang membantu orang dengan autisme untuk meningkatkan fokus dan mengurangi stres; headphone pink yang membantu menahan suara bising dan mengatasi kewalahan sensoris; serta tablet pink yang menunjukkan aplikasi komunikasi alternatif berbasis simbol, Augmentative and Alternative Communication Apps (AAC).

Dress yang dikenakan oleh boneka ini juga didesain agar merefleksikan sebagian orang dengan autisme. Busana Barbie ini terdiri dari atasan bersiluet longgar dan rok pendek flowy, lengkap dengan sepatu tanpa hak. Pada orang dengan autisme, busana longgar mengurangi kewalahan sensoris akibat sentuhan kain ke kulit.

Sebelum 2019, hanya sedikit Barbie varian inklusif yang dirilis Mattel. Namun kini, Mattel mendorong inklusivitas dengan merilis Barbie Fashionistas dengan kondisi seperti down syndrome, diabetes tipe 1, tunanetra, Barbie Tuli, sampai Barbie dengan kursi roda.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wayne Rooney Beri Sinyal Kembali ke MU, Sebut Klub Kehilangan Jati Diri
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
SBY: Demokrat Bersama Presiden Prabowo Harus Jadi Bagian Solusi Masalah Bangsa
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Tantangan Rencana Rehabilitasi Pascabencana di Sumut: Banyak Rumah Rusak Tak Masuk Kriteria Bantuan
• 14 jam lalusuara.com
thumb
KPK Sita Uang SGD 8 Ribu saat Geledah Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakut
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Kredit Mobil Listrik Leasing Capai Rp21,31 Triliun per November 2025
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.