JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan ekstrem akan mengguyur wilayah Jakarta selama sepekan ke depan.
Mengantisipasi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan operasi modifikasi cuaca selama 5 hari berturut-turut.
BACA JUGA:Gagalkan Impor Ilegal 100 Ton Ikan Salem di Pelabuhan Tanjung Priok, KKP Selamatkan Kerugian Negara Rp4.48 Miliar
BACA JUGA:Ketua RT Ungkap Dugaan Motif Pedagang Cilok Ditusuk Rekan Sejawatnya di Kembangan
Kata Mas Pram sapaan akrabnya, operasi modifikasi cuaca tersebut akan dimulai esok hari pada Rabu, 14 Januari 2026.
Operasi modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mencegah banjir dampak hujan dengan intesitas lebat.
"Saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk melakukan modifikasi cuaca selama lima hari ini. Karena memang data BMKG itu kurang lebih hampir sama dengan yang kemarin," kata Pramono di Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Januari 2026.
BACA JUGA:Polri Siap Dukung Kemenhaj Soal Penambahan Kuota Petugas Haji: Fokus Perlindungan Jamaah
BACA JUGA:Pelapor Timothy Ronald Bawa Dua Saksi Saat Diperiksa Polda Metro Terkait Penipuan Kripto!
Pramono menerangkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menganggarkan biaya untuk modifikasi cuaca selama 30 hari.
Jika diperlukan tegas Pramono, pihaknya siap melakukan modifikasi cuaca setiap hari.
"Dampak banjir dibandingkan dengan melakukan modifikasi cuaca, maka lebih baik dilakukan modifikasi cuaca," ujarnya.
Pramono berharap dengan langkah pencegahan ini, potensi banjir di Jakarta dapat tertangani secara maksimal.
BACA JUGA:SELAMAT! Akun Kamu Berkesempatan Dikirim Saldo DANA Gratis Rp156.000 Lewat Aplikasi Penghasil Uang, Syarat Klaimnya Cek di Sini!
BACA JUGA:500 Sekolah Unggulan Terintegrasi Dikejar dalam 4 Tahun, Cetak Calon Pemimpin Antikorupsi
- 1
- 2
- »


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F12%2F2cb75a918d40c35ead2a0de1b61d7453-20260112TOK14.jpg)


