REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menilai Turnamen Esports Desa Nasional 2026 sebagai ruang strategis untuk menjaring talenta muda desa di bidang olahraga digital sekaligus ekonomi kreatif.
Keyakinan tersebut disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto saat menghadiri Grand Final Turnamen Esports Desa 2026 bersama Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria, Selasa (13/1/2026).
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Yandri menilai, penyelenggaraan turnamen ini membuka peluang lahirnya atlet esports tangguh dari desa-desa di seluruh Indonesia. Potensi tersebut diyakini dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan daerah hingga tingkat nasional.
“Insya Allah, dari lomba Esports Desa ini akan lahir para pemain-pemain tangguh, para petarung-petarung hebat, sehingga bisa membanggakan desanya, kabupatennya, provinsinya, dan pada akhirnya Republik Indonesia,” ujar Yandri.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut Yandri, industri esports memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila diarahkan secara positif dan terstruktur. Karena itu, Kemendes PDT mendorong agar bakat generasi muda desa difasilitasi melalui ajang kompetisi yang sehat dan berkelanjutan.
Ia mencontohkan nilai ekonomi dalam industri esports yang terus berkembang, termasuk fenomena transfer pemain profesional dengan nilai yang fantastis.
“Tadi saya cukup terkejut, ternyata ada transfer pemain esports yang nilainya mencapai Rp50 miliar. Artinya, industri ini sangat menjanjikan dan memang harus kita arahkan kepada hal-hal yang positif,” katanya.
Turnamen Esports Desa Nasional 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Desa Nasional yang akan diperingati pada 15 Januari 2026. Ajang ini diikuti sekitar 3.000 peserta dari berbagai desa di Indonesia yang berkompetisi dalam dua kategori gim populer, yakni Free Fire dan Mobile Legends.
Sementara itu, Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Samsul Widodo menjelaskan bahwa turnamen ini tidak semata-mata bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjaring talenta ekonomi kreatif berbasis desa.
Menurut Samsul, pengembangan pasca-turnamen akan diarahkan pada ekosistem esports desa, mulai dari arena esports hingga profesi pendukung seperti komentator, caster, pelatih, wasit, hingga konten kreator.
“Esports Desa ini bukan hanya kompetisi, tapi juga pintu masuk pengembangan ekonomi kreatif desa,” ujarnya.
Untuk pemenang turnamen, panitia menyiapkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp10 juta serta Piala Bupati Boyolali sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.



