Grid.ID - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Indonesia Mahfud MD mengeluhkan keterlambatan penerbangan pesawat di Bandara Soetta. Terkait hal itu, pihak maskapai langsung ungkap penyebabnya.
Seperti diketahui, baru-baru ini Mahfud MD mengeluhkan keterlambatan penerbangan Batik Air rute Jakarta-Surabaya pada Senin (12/1/2026) malam. Mahfud MD juga menyayangkan lantaran pihak maskapai tidak kunjung memberikan kepastian penerbangan tersebut.
Setelah ditelusuri, rupanya maskapai tersebut menunda penerbangan lantaran diduga akibat cuaca buruk. Lantas bagaimana kronologi Mahfud MD protes pesawat Batik Air delay di Bandara Soetta? Simak penjelasannya.
Kronologi Mahfud MD Protes Pesawat Batik Air Delay
Diketahui, Mahfud MD mengungkap keluhannya soal keterlambatan penerbangan pesawat di akun Twitternya. Mahfud MD menjelaskan awalnya penerbangan Batik Air dengan nomor ID 6594 dijadwalkan lepas landas pukul 19.00 WIB.
Namun, pesawat itu tak kunjung diberangkatkan hingga pukul 20.20 WIB. Mahfud juga semakin jengkel lantaran tidak menerima pemberitahuan apapun dari pihak maskapai.
"Batik Air flight ID 6594 Jkt-Srbaya Surabaya malam ini seharusnya take off jam 19.00 WIB."
"Tapi sampai 20.20 WIB saat ini tidak ada pengumuman apa pun dan tidak ada yang bisa ditanya di bandara," tulis Mahfud dikutip Selasa (13/1/2026).
Tak hanya itu, sang politisi juga menyayangkan tidak adanya informasi resmi dari pihak maskapai soal kepastian penerbangan pesawat. Padahal, menurutnya jika penerbangan dibatalkan, pihak maskapai seharusnya segera mengumumkannya ke penumpang.
"Kalau memang tak jadi terbang harusnya diumumkan saja, biar orang mencari alternatif menginap," tegas Mahfud.
Terkait hal itu, pihak maskapai kini akhirnya buka suara. Melansir Tribunnews.com, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang atas keterlambatan yang dialami.
Ia menyebut penerbangan itu ditunda karena dampak dari cuaca buruk. Bahkan, dampak cuaca buruk itu juga berimbas pada 20 penerbangan Lion Group yang harus melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke bandara alternatif.
"Keterlambatan keberangkatan ini merupakan dampak pengalihan penerbangan (divert) di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada 12 Januari, yang memengaruhi rotasi atau pergerakan pesawat pada penerbangan berikutnya," kata Danang saat dihubungi Tribunnews, Selasa (13/1/2026).
Danang menyebut ketika sebuah penerbangan harus dialihkan ke bandara lain, posisi pesawat menjadi tidak sesuai dengan rencana awal. Apalagi, satu pesawat biasanya digunakan secara berkelanjutan untuk beberapa rute dalam satu hari.
"Sehingga jadwal penerbangan berikutnya ikut terdampak dan memerlukan penyesuaian waktu keberangkatan," tegas dia.
"Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan keselamatan, kesiapan pesawat, serta kru penerbangan sebelum melanjutkan operasional," imbuhnya menegaskan.
Demikianlah kronologi Mahfud MD protes pesawat Batik Air delay di Bandara Soetta. (*)
Artikel Asli




