Oreshnik Rusia Hantam Ukraina Bikin AS Murka

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Rusia menggempur Ukraina menggunakan rudal ⁠Oreshnik yang berkemampuan nuklir akhir pekan lalu. Amerika Serikat (AS) mengecam serangan Rusia itu.

Dilansir AFP, Selasa (13/1/2026), hal itu disampaikan AS dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada Senin (12/1) waktu setempat. Washington mengutuk serangan tersebut.

Serangan itu dilancarkan Rusia pada Jumat (9/1) waktu setempat. AS mengatakan penggunaan rudal jarak menengah oleh Rusia pada hari Jumat lalu itu, yang tidak membawa hulu ledak nuklir, merupakan eskalasi berbahaya.

"(Ini) merupakan eskalasi berbahaya dan tak dapat dijelaskan dalam perang ini, bahkan ketika Amerika Serikat sedang bekerja sama secara mendesak dengan Kyiv, mitra-mitra lainnya, dan Moskow untuk mengakhiri perang melalui penyelesaian yang dinegosiasikan," kata Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Tammy Bruce.

"Kami mengutuk serangan Rusia yang terus berlanjut dan semakin intensif terhadap fasilitas energi Ukraina dan infrastruktur sipil lainnya," imbuh Bruce.

Baca juga: Rusia Gempur Ukraina Pakai Rudal Berkemampuan Nuklir, AS Berang!

Pemerintah Rusia mengatakan rudal itu mengenai pabrik perbaikan aviasi di wilayah Lviv, Ukraina barat. Moskow menyebut rudal itu ditembakkan sebagai tanggapan atas upaya Ukraina untuk menyerang salah satu kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin - sebuah klaim yang dibantah oleh Ukraina.

Ukraina mengkonfirmasi bahwa rudal itu ditembakkan ke wilayah Lviv, dekat perbatasan dengan Polandia, tetapi tidak mengatakan apakah pabrik tersebut terkena.

Pelaksana tugas Duta Besar Inggris, James Kariuki, menyebut serangan itu "ceroboh". Dia menambahkan bahwa "serangan itu mengancam keamanan regional dan internasional serta membawa risiko eskalasi dan kesalahan perhitungan yang signifikan."

Selain mengerahkan rudal Oreshnik pada hari Jumat lalu, Rusia juga membombardir ibu kota Ukraina, Kyiv dengan serangan-serangan udara. Rentetan serangan tersebut menewaskan sedikitnya empat orang dan menyebabkan separuh bangunan tempat tinggal di kota itu tanpa pemanas di tengah suhu musim dingin yang membekukan.

Baca juga: Rusia Gempur Ukraina dengan Ratusan Drone-Puluhan Rudal, 4 Orang Tewas




(lir/lir)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bantah Terima Uang di Proyek Pengadaan Chromebook, Tim Hukum Nadiem Minta Google Dihadirkan di Persidangan
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Rusia Kecam Kekuatan Asing yang Coba Intervensi Demo di Iran
• 15 jam laludetik.com
thumb
Brimob Polda Sumut Bangun Sumur Bor Kedua di Desa Aek Tolang, Wujud Kepedulian untuk Air Bersih Warga
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Soal Virus Super Flu, Waka Komisi IX Minta Kemenkes Perketat Pengawasan Super Flu: Jangan Anggap Remeh
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Pidato Megawati di Rakernas: PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.