BPN Tangsel Pastikan Tak Ada PTSL, Fokus Selesaikan Residu

eranasional.com
1 jam lalu
Cover Berita

Banten, ERANASIONAL.COM — Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang Selatan memastikan tidak akan melaksanakan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada periode 2025–2026.

Keputusan tersebut diambil untuk memusatkan sumber daya pada penyelesaian berbagai residu PTSL dari tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Kota Tangerang Selatan, Seto Apriyadi, menegaskan bahwa penyelesaian residu menjadi agenda utama lembaganya.

Residu tersebut mencakup sejumlah persoalan yang dikeluhkan masyarakat, mulai dari kesalahan penulisan identitas, sertifikat yang belum diterbitkan, hingga hambatan administratif dan bidang tanah yang masih berstatus sengketa.

“ Seluruhnya menjadi prioritas untuk kami tuntaskan agar masyarakat memperoleh kepastian hukum,” ujar Seto dalam Media Gathering di Graha Pena, Banten, Selasa (13/01/2026).

Seto menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir pihaknya memang tidak mengagendakan PTSL baru.

Fokus kerja diarahkan pada penyelesaian seluruh pekerjaan tertunda, sehingga kepastian hukum atas tanah masyarakat dapat tercapai secara menyeluruh.

Program NOP

Selain menuntaskan residu, BPN Tangsel juga memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui rencana peluncuran program e-NOP.

Program ini bertujuan menyelaraskan dan menyinkronkan data pertanahan milik BPN dengan Nomor Objek Pajak (NOP) yang dikelola pemerintah daerah untuk membentuk single data yang akurat dan terintegrasi.

Dengan integrasi tersebut, setiap perubahan data pertanahan, seperti pemecahan bidang, peralihan hak, atau proses hukum akan otomatis terbarui di dua instansi sekaligus. Hal ini diharapkan dapat memastikan konsistensi data pertanahan dan perpajakan.

BPN Tangsel juga terus memperluas akses layanan kepada masyarakat melalui program Sultan Tangsel Phost, yaitu layanan konsultasi dan pemeliharaan hak pertanahan yang dilakukan secara mobile menggunakan kendaraan layanan keliling.

Program ini menargetkan kawasan permukiman padat dan wilayah lama yang membutuhkan pendampingan administratif.

“Konsep layanan ini adalah jemput bola. Masyarakat bisa langsung mengurus pemeliharaan data, peningkatan hak, maupun perbaikan administrasi pertanahan di lokasi,” tambah Seto.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pertamina Alirkan 125 Ribu KL BBM dari Terminal Tanjung Batu ke Indonesia Timur
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kata Puan soal Prabowo yang Akhirnya Kunjungi IKN Setelah 15 Bulan Berkuasa
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Berkunjung ke Pasar Biak Numfor, Gibran Borong Ikan Baronang dan Ikan Panjang Senilai Rp600 Ribu
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Ada Rp70 Miliar Royalti yang belum Diklaim, Bagaimana Cara Cairkannya?
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ari Lasso Jatuh Sakit di Tengah Polemik dengan Dearly Joshua
• 21 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.