Beroperasinya infrastruktur energi terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan langsung diikuti kesiapan Pertamina Patra Niaga menyalurkan energi melalui Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125.000 kiloliter.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan Terminal BBM Tanjung Batu terintegrasi langsung dengan kilang RDMP Balikpapan melalui dua jalur submarine pipeline memungkinkan distribusi produk energi berjalan lebih efisien dan andal, khususnya untuk memenuhi kebutuhan wilayah Indonesia bagian Timur.
Sebagai bagian dari tahap commissioning, Pertamina Patra Niaga telah berhasil melakukan transfer perdana produk diesel dari Kilang RDMP Balikpapan ke Terminal BBM Tanjung Batu. Langkah ini menandai kesiapan penuh infrastruktur distribusi untuk mendukung operasional kilang secara berkelanjutan.
“Fuel Terminal Tanjung Batu kami siapkan sebagai bagian dari integrasi RDMP Balikpapan melalui dua jalur submarine pipeline dan diharapkan dapat memperkuat infrastruktur strategis, guna memastikan pasokan energi nasional yang andal dan berkelanjutan," ujar Mars Ega dalam keterangan resmi, Selasa (13/1).
Peresmian infrastruktur energi terintegrasi RDMP Balikpapan dilakukan Prabowo pada Senin (12/1). Total investasi yang digelontorkan untuk mega proyek ini mencapai USD 7,4 miliar atau setara Rp 123 triliun.
Dengan diresmikannya proyek ini, Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) akan menjadi kilang terbesar di Indonesia, dengan kapasitas pengolahan dari 260 ribu barel per hari naik menjadi 360 ribu barel per hari.
"Tentunya saya menyambut bahagia dan sangat bangga atas peresmian hari ini, dan saya ucapkan terima kasih kepada seluruh unsur, pihak, dan jajaran personalia sehingga kita berhasil mencapai hari ini. Ini prestasi yang sangat penting bagi bangsa,” kata Prabowo.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470851/original/082584700_1768264579-20260112_133449.jpg)

