Presiden Prabowo Subianto meresmikan ratusan Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Prabowo merasa bahagia atas peresmian 166 Sekolah Rakyat tersebut menjadi upaya penting memperluas akses pendidikan nasional.
"Saudara-saudara sekalian, saya hari ini sangat bahagia," kata Prabowo dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada acara peresmian 166 Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
Prabowo mengapresiasi kerja kementerian dan lembaga dalam mewujudkan Sekolah Rakyat yang secara khusus dibangun untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Menurutnya, kehadiran sekolah ini merupakan terobosan berani yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
"Terima kasih semuanya, kita telah mewujudkan upaya ini. Saya terharu sebetulnya melihat dampak dari upaya kita," kata Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo mengaku kagum atas pencapaian prestasi siswa Sekolah Rakyat. Meski dari latar belakang tidak mampu, siswa Sekolah Rakyat mampu berbahasa asing selayaknya pernah tinggal di luar negeri.
"Saya terkesima hari ini, bisa ada anak pidatonya dalam beberapa bahasa. Bahasa Inggrisnya luar biasa," kata Prabowo.
"Mungkin bagus kita kirim juga (sekolah) ke luar negeri. Setuju tidak?" tambah Prabowo.
Ia juga memberikan apresiasi atas pencapaian prestasi Sekolah Rakyat dalam satu semester.
"Saya kagum, masa enam bulan tadi saya lihat sudah ada yang juara olimpiade, juara matematika. Luar biasa. Saya sangat terkesima dan terharu," kata Prabowo.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat telah hadir di 166 titik yang tersebar di 34 provinsi serta 131 kabupaten dan kota di Indonesia.
"Keseluruhannya menampung 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan," kata Gus Ipul.
Sarana penunjang juga telah didistribusikan berupa 15.487 laptop dan 596 smartboard.
Program Sekolah Rakyat yang digagas Prabowo kini menjadi wujud nyata kebijakan pendidikan yang berpihak kepada masyarakat marjinal. Program ini tidak hanya hadir sebagai akses pendidikan gratis, tetapi juga sebagai implementasi dari salah satu misi penting Asta Cita.
Salah satu poin Asta Cita pemerintahan Prabowo, tepatnya poin nomor 4, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM). Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang berada di kategori kemiskinan ekstrem (desil 1 dan 2).
Pemerintah menargetkan 500 Sekolah Rakyat beroperasi hingga 2029. Dengan pertumbuhan yang masif, Sekolah Rakyat ini mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, yang dapat menampung 1.000 siswa tiap sekolah.
Sebagai informasi, pada kegiatan ini Prabowo memimpin langsung peluncuran resmi Sekolah Rakyat didampingi oleh Gus Ipul serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih. Acara juga melibatkan siswa-siswi Sekolah Rakyat dari berbagai daerah untuk menampilkan kompetensi dan bakat seperti teater, puisi, silat, pidato dalam bahasa Inggris, Jepang, Arab, dan Mandarin, serta paduan suara dan pertunjukan kesenian khas Banjar.
(prf/ega)





