Jakarta: Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah akan digelar di berbagai daerah di Indonesia. Momen penting ini diperingati melalui kegiatan keagamaan yang digelar di masjid, sekolah hingga lingkungan masyarakat, dengan rangkaian acara yang disusun sederhana namun memiliki makna yang mendalam.
Isra adalah perjalanan pada malam hari yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjid Al Aqsha di Kota Syam. Makkah dan Masjidil Aqsha yang dipisahkan dengan jarak lebih dari 1200 km bisa ditempuh hanya dalam waktu satu malam dengan menggunakan Buraq yang dikirim Allah SWT untuk Nabi.
Sedangkan Mikraj, perjalanan Nabi Muhammad SAW sesudah Isra untuk menuju ke Sidrat Al-Muntaha yang merupakan langit tertinggi untuk menerima wahyu dari Allah SWT terkait kewajiban salat.
Oleh karena itu, peringatan diisi dengan kegiatan ibadah dan refleksi keagamaan agar umat Islam dapat memahami hikmah di balik peristiwa tersebut. Berikut rangkaian acara peringatan Isra Mikraj: Rangkaian Acara Isra Mikraj di Masjid
- Pembukaan.
- Pembacaan ayat suci Al-Qu'ran.
- Pembacaan selawat Nabi.
- Sambutan ketua atau panitia.
- Ceramah keagamaan.
- Doa bersama.
- Penutup.
- Pembukaan acara.
- Sambutan Kepala Sekolah atau guru.
- Pembacaan ayat suci Al-Qur'an.
- Ceramah singkat Keagamaan.
- Penampilan seni Islami (Hadroh atau nasyid)
- Doa penutup.
- Pembukaan acara.
- Sambutan tokoh masyarakat.
- Shalawat Nabi dan pembacaan Al-Qur'an.
- Pengajian umum atau tausiyah.
- Doa bersama.
- Doa penutup.
Baca Juga:
Jadwal Lengkap Libur Isra Mikraj 2026 dan Makna Penting di Baliknya
Peringatan Isra Mikraj tidak sekadar agenda rutin tahunan, tetapi momentum memperdalam pemahaman mengenai ajaran Islam. Dengan rangkaian yang tertata rapi dan penuh kekhidmatan, diharapkan peringatan ini mampu memperkuat keimanan serta mempererat persaudaraan.
(Jessica Nur Faddilah)



