Pantau - Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12 Januari 2026), dan menyampaikan apresiasi terhadap program literasi serta capaian para siswa di sekolah tersebut.
Apresiasi untuk Fasilitas dan Prestasi Sekolah RakyatDalam kunjungan tersebut, Presiden meninjau fasilitas perpustakaan sekolah yang telah difasilitasi oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Presiden mengapresiasi peran Perpusnas dalam menyediakan buku-buku berkualitas untuk para siswa.
"Mereka bisa akses ya, lewat online buku digital dapat dibaca," ungkapnya.
Berkat dukungan dari Perpusnas, Sekolah Rakyat kini memiliki ribuan koleksi buku cetak dan Anjungan Baca Digital (ABD) yang memungkinkan siswa mengakses koleksi digital secara daring.
Presiden juga menyoroti capaian literasi para siswa, termasuk karya tulis yang telah ditampilkan hingga tingkat nasional.
Ia mengungkapkan rasa bangganya terhadap para siswa yang sudah menunjukkan prestasi akademik dalam waktu singkat.
"Saya kagum, baru enam bulan sudah ada yang juara olimpiade. Saya terharu dan bangga," ujarnya.
Pesan Presiden dan Target Pembangunan Sekolah RakyatDalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah untuk menghadirkan kesejahteraan dan melindungi seluruh rakyat dari kemiskinan, kelaparan, penyakit, dan penderitaan.
"Kita bernegara untuk memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita merdeka," katanya.
Presiden juga memberikan pesan kepada para siswa agar tidak merasa rendah diri dengan latar belakang keluarga mereka.
"Jangan kau kecil hati, jangan malu orang tuamu hanya buruh atau petani miskin. Mereka mulia, bekerja keras dengan cara halal untuk masa depanmu," tuturnya.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029, dengan kapasitas 1.000 siswa per sekolah.
"Cita-cita saya di akhir masa jabatan 2029, kemiskinan ekstrem bisa kita hilangkan dari Indonesia," tegasnya.
Hingga saat ini, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah diresmikan dan tersebar di 34 provinsi serta 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Sekolah-sekolah tersebut juga menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara.


