Pantau - Kedutaan Besar Amerika Serikat virtual untuk Iran pada Senin (12/1) mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran, menyusul meningkatnya kerusuhan dan ketidakstabilan di negara tersebut.
Peringatan Serius dari Kedutaan ASDalam peringatan resminya, Kedutaan Besar AS menyampaikan imbauan langsung: "Tinggalkan Iran sekarang," dan menegaskan bahwa warga negara AS tidak boleh bergantung pada bantuan dari pemerintah AS jika situasi memburuk.
Jika warga AS tidak bisa keluar dari Iran, mereka diminta untuk tetap berada di tempat aman. "Jika Anda tidak dapat pergi, carilah lokasi yang aman di dalam tempat tinggal Anda atau bangunan aman lainnya," ungkap kedutaan.
Peringatan juga menekankan pentingnya mempersiapkan diri terhadap kemungkinan gangguan komunikasi. Warga AS diminta untuk mengantisipasi pemadaman internet, menyiapkan metode komunikasi alternatif, dan jika memungkinkan, "mempertimbangkan untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat ke Armenia atau Turki."
Bagi warga negara ganda AS-Iran, kedutaan memperingatkan bahwa mereka hanya akan diakui sebagai warga negara Iran oleh pemerintah Teheran. Oleh karena itu, mereka harus menggunakan paspor Iran untuk keluar dari negara tersebut.
“Menunjukkan paspor AS atau hubungan dengan Amerika Serikat dapat menjadi alasan yang cukup bagi otoritas Iran untuk menahan seseorang,” jelas peringatan itu lebih lanjut.
Respons AS: Ancaman Tarif dan Tindakan OpsionalSebagai respons atas meningkatnya demonstrasi anti-pemerintah di Iran, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penerapan tarif sebesar 25 persen terhadap "semua" negara yang masih menjalin hubungan dagang dengan Iran.
Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Iran, dengan menyatakan bahwa penggunaan kekuatan mematikan terhadap para demonstran bisa memicu serangan militer dari AS. Namun, Trump tetap membuka kemungkinan untuk melakukan pendekatan diplomatik dengan pemerintah Teheran.
Pada hari yang sama, Trump dilaporkan menerima pengarahan dari pejabat keamanan nasional mengenai opsi-opsi tindakan terhadap Iran. Menurut laporan CBS News, opsi tersebut mencakup operasi cyber dan kampanye psikologis yang bertujuan melemahkan:
- Struktur komando Iran,
- Sistem komunikasi,
- Media yang dikelola negara.
Dua pejabat Pentagon yang dikutip oleh CBS News mengungkapkan bahwa operasi tersebut dapat dijalankan secara terpisah maupun bersamaan, meskipun belum ada keputusan final yang diambil.
Tim keamanan nasional Trump dijadwalkan akan membahas lebih lanjut opsi-opsi tersebut dalam pertemuan di Gedung Putih pada Selasa.
Sehari sebelumnya, Trump menyatakan bahwa pemerintahannya “memantau situasi di Iran dengan sangat cermat” dan sedang mempertimbangkan “opsi yang sangat kuat” sebagai tanggapan terhadap meningkatnya korban jiwa dalam protes yang terjadi.
"Kami akan membuat keputusan," ungkap Trump, seraya menambahkan bahwa dirinya menerima laporan dari Iran setiap jam, namun belum bisa mengungkapkan detail waktu atau bentuk tindakan AS selanjutnya.



