John Herdman resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia pada Selasa (13/1) di Hotel Mulia, Jakarta. Dalam perkenalan tersebut, hadir Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir.
Dalam jumpa pers, Herdman mengatakan bahwa visi, pemain berkualitas dan basis pencinta sepak bola yang sangat fanatik, adalah alasannya memilih tim Garuda. Sebelum bergabung dengan Timnas, pelatih asal Inggris tersebut dipinang Honduras serta Jamaika.
John Herdman menyadari betul besarnya ekspektasi suporter terhadap skuad Garuda. Menurutnya, tekanan itu dijadikan sebagai sebuah anugerah, bukan hal yang harus ditakuti.
"Beban itu bisa menjadi kutukan, atau justru menjadi hadiah. Kami pasti akan mengubahnya menjadi sebuah hadiah untuk kita semua,” kata Herdman.
John Herdman dikontrak dengan skema 2+2 atau dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun. Di Indonesia, ia juga akan memimpin timnas U-23 Indonesia.
John Herdman juga sempat menyinggung target Indonesia pada Piala Asia 2027 di Arab saudi tahun depan. Ia optimistis Timnas bisa berbicara banyak dalam ajang ini, terlebih dengan skuad yang ada.
"Saya yakin bahwa kita bisa kompetitif di turnamen AFC, dengan bakat yang tersedia, pengalaman yang ada di tim mengenai format turnamen," kata Herdman.
Di Piala Asia edisi 2023 yang dimainkan di Qatar, Indonesia mencapai babak 16 besar setelah menjadi salah satu tim peringkat tiga terbaik. Saat itu, Indonesia masih dilatih oleh Shin Tae-yong.
AFF untuk Pemain Lapis KeduaHerdman juga mengatakan, Piala AFF akan menjadi panggung pemain lapis kedua Timnas untuk unjuk gigi. Alasannya, kejuaraan tingkat ASEAN belum masuk kalender FIFA sehingga pemain utama kemungkinan sulit mendapatkan izin bergabung.
"Saya pikir turnamen AFF jadi sebuah kesempatan yang bagus untuk memahami seberapa dalam kolam talenta yang dimiliki Indonesia," katanya.
Mantan pelatih Kanada itu juga membuka pintu untuk menambah pemain naturalisasi. Menurutnya, Timnas membutuhkan pemain yang bermain di liga top agar mampu bersaing di dunia.
"Anda butuh pemain yang sudah merasakan intensitas dan kecerdasan taktik sepak bola dunia dan sepak bola internasional," katanya.


