Bisnis.com, JAKARTA — Anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor energi terbarukan, Pertamina NRE, menjalin kerja sama dengan perusahaan energi asal China, GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., untuk mengembangkan proyek energi bersih di Indonesia.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pekan lalu dalam pertemuan kedua perusahaan di Suzhou, Provinsi Jiangsu, China bagian timur. Dalam rangkaian agenda tersebut, delegasi Pertamina NRE juga meninjau fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) yang dioperasikan GCL di China.
"Kami melihat potensi signifikan untuk menggabungkan pengalaman global GCL dengan kemampuan dan wawasan lokal Pertamina untuk menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif," kata CEO Pertamina NRE John Anis, dikutip dari Antara, Selasa (13/1/2025).
Di sisi lain, Ketua Dewan Direksi GCL Zhi Fei menilai Indonesia sebagai pasar strategis bagi pengembangan energi bersih. Dia berharap kolaborasi dengan Pertamina dapat difokuskan pada proyek PLTSa, integrasi panel surya (photovoltaic/PV), penyimpanan energi, hingga teknologi PVT (photovoltaic-thermal).
Tak hanya mencakup PLTSa dan panel surya, Pertamina NRE menyebut kerja sama tersebut juga membuka peluang pengembangan pembangkit listrik berbasis gas di Indonesia. Inisiatif ini diarahkan untuk mendukung target penurunan emisi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Kolaborasi dengan GCL melanjutkan rekam jejak kemitraan Pertamina NRE dengan perusahaan energi bersih asal China. Pada pertengahan tahun lalu, Pertamina NRE menggandeng LONGi Green Technology untuk membangun pabrik panel surya berkapasitas produksi 1,4 gigawatt per tahun di Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga
- Produksi Minyak Pertamina EP Zona 4 Naik jadi 27.643 Barel per Hari pada 2025
- Dukung Pemerintah, Pertamina NRE Sulap Aren Jadi Bioetanol
- Potensi Energi Nuklir, Pertamina NRE Tunggu Kepastian Regulasi
Dari sisi kinerja operasional, Pertamina New & Renewable Energy (NRE) mencatatkan produksi listrik konsolidasi mencapai 6.524.753 Megawatt hour (MWh) per kuartal III/2025. Capaian tersebut lebih tinggi 19,2% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE mengatakan, Rizki Vistiari peningkatan itu didorong oleh kinerja optimal afiliasi Pertamina NRE dan PT Jawa Satu Power (JSP) yang membukukan produksi sebesar 2.690.693 MWh, atau 48% di atas target.
Selain itu, produksi listrik dari PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE memberikan kontribusi besar dengan produksi 3.745.357 MWh atau melampaui 5% dari target.
Sementara itu, Pertamina Power Indonesia (PPI) mencatat produksi 88.703 MWh, mendekati target 90.166 MWh.
"Di tengah situasi ekonomi dan politik yang penuh tantangan, capaian positif yang berhasil dicatatkan Pertamina NRE ini menjadi bukti kerja keras dan kerja cerdas seluruh tim," ujar Rizki melalui keterangan resmi, Jumat (31/10/2025).
Dia juga mengungkapkan, kapasitas terpasang Pertamina NRE secara kumulatif mencapai 3.083 Megawatt (MW) per kuartal III/2025. Angka itu meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Peningkatan ini dikontribusikan dari afiliasi Pertamina NRE dan Citicore Renewable Energy Corporation (CREC) yang berhasil memproduksi commercial operation date PLTS baseload berkapasitas 197 MW dan battery energy storage system (BESS) berkapasitas 320 MWh pada September lalu. Dengan begitu, total kapasitas terpasang dari CREC hingga kuartal III mencapai 526 MW.




