Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dilaporkan telah menerima paparan lengkap mengenai berbagai opsi rahasia dan militer yang dapat digunakan Washington terhadap Iran, di tengah eskalasi unjuk rasa anti-pemerintah yang terus memakan korban jiwa. Sebanyak dua pejabat Departemen Pertahanan AS mengatakan kepada CBS News, Gedung Putih kini mempertimbangkan berbagai skenario intervensi.
Menurut sumber tersebut, opsi yang dipresentasikan kepada Trump tidak hanya mencakup serangan militer konvensional jarak jauh, tetapi juga operasi siber hingga kampanye psikologis. Meski serangan rudal jarak jauh tetap menjadi salah satu kemungkinan, para perencana militer AS juga mengkaji cara-cara untuk melumpuhkan struktur komando dan komunikasi Iran tanpa pengerahan pasukan darat.
Langkah ini muncul ketika kelompok hak asasi manusia melaporkan lebih dari 600 demonstran tewas dalam tiga pekan terakhir akibat bentrokan antara massa dan aparat keamanan Iran. Gelombang protes dipicu oleh runtuhnya nilai tukar mata uang rial serta kemarahan publik terhadap pengelolaan ekonomi dan pemerintahan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Di tengah situasi tersebut, Trump pada Senin (12/1/2026) mengumumkan akan mengenakan tarif sebesar 25 persen terhadap barang-barang dari negara mana pun yang masih menjalin hubungan dagang dengan Iran.





