Banjir Landa Jakarta Lagi, Stafsus Gubernur DKI: Curah Hujan Tinggi Lebihi Kapasitas Infrastruktur

kompas.tv
9 jam lalu
Cover Berita
Banjir setinggi 50 cm masih menggenangi Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara hingga sore hari, Senin (12/1/2026). (Sumber: (KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Staf Khusus (stafsus) Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim mengatakan, banjir yang terjadi beberapa hari terakhir di Jakarta karena curah hujan tinggi yang melebihi kapasitas infrastruktur Jakarta. 

"Tentu kita tahu dalam dua hari terakhir khususnya kemarin, curah hujan itu sangat tinggi. Curah hujannya itu kalau di kita bicara soal ukuran curah hujan sebenarnya antara 50 mm sampai 100 saja sudah dianggap tinggi. Sedangkan kemarin itu hitungannya di antara 170 mm sampai 190-an," ujarnya dalam program Kompas Siang KompasTV, Selasa (13/1/2026).

"Artinya memang apa yang terjadi kemarin lebih dari kapasitas atau kemampuan infrastruktur Jakarta untuk menangani atau untuk memitigasinya, terkait dengan saluran air, drainase, dan lain-lain," katanya. 

Chico menyatakan, hal itu menjadi perhatian pihaknya dan berharap masyarakat ikut berhati-hati. 

Untuk upaya penanganan banjir, Chico mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengupayakan ratusan pompa statis dan ratusan pompa mobile yang diaktifkan untuk pengendalian banjir. 

Chico mengatakan, saat ini banjir sudah berangsur-angsur surut dan berharap cuaca membaik. 

Baca Juga: Banjir di Jakarta Utara Mulai Surut, Pompa Air Dikerahkan Pemerintah | KOMPAS PETANG

Ia mengungkap Pemprov DKI Jakarta sudah mempersiapkan dan merencanakan pengendalian banjir pada 2026.

Menurutnya, dalam waktu dekat rencana tersebut akan dilakukan melalui Dinas Sumber Daya Air. 

"Yang pasti normalisasi, yang pasti juga perbaikan saluran ataupun drainase," ujarnya. 

Chico juga berharap masyarakat turut serta berperan dalam pengendalian banjir di Jakarta.

"Tentunya juga harapan kita agar masyarakat juga lebih mengurangi atau sama sekali tidak lagi menggunakan air tanah dan mengebor air tanah karena ini juga menyebabkan turunnya permukaan tanah atau land subsidence," katanya.

Chico mengatakan, saat ini di Jakarta Barat dan Jakarta Utara rata-rata permukaan tanahnya turun 5-10 cm per tahun. 

"Dan salah satu sebabnya adalah penggunaan air tanah yang berlebihan sehingga sudah tidak dapat lagi tanahnya naik," jelasnya.

Ia berharap PAM Jaya juga berperan memenuhi kebutuhan air masyarakat Jakarta untuk mendukung upaya ini.  

Baca Juga: Banjir Ketinggian 20-30 Cm Kembali Genangi Jalur Pantura Kudus | KOMPAS SIANG

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV, Antara

Tag
  • banjir
  • banjir jakarta
  • jakarta
  • stafsus gubernur dki jakarta
  • hujan
  • infrastruktur
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Poin Perkenalan Pelatih Baru Timnas John Herdman, Buka Kans Tambah Naturalisasi
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Penjualan Mobil Listrik Naik 141 Persen
• 25 menit lalukumparan.com
thumb
Ammar Zoni Akui Pernah Gunakan Ganja Saat Ditahan di Rutan Salemba
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
LRT Jakarta Tujuan Manggarai Capai 89,22%, WSKT Sambungankan Ruas di Atas Tol Dalam Kota
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Siklon Tropis 91W Terdeteksi, BMKG : Waspada Gelombang Tinggi 14-17 Januari 2026
• 15 menit lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.