VIVA – Banyak pria merasa cemas saat menemukan bintik atau tanda bercak di organ intimnya. Tak sedikit dari mereka yang langsung berpikir bahwa bintik atau tanda bercak di area intim mereka sebagai pertanda kanker penis.
Benarkah demikian? Melansir laman Mens Health, Rabu 14 Januari 2026, tanda bintik atau bercak di organ intim bisa menandakan hal serius. Berikut ini rangkumannya.
Jenis bintik penis yang sangat umum
1. Bintik Fordyce
Bintik ini berupa titik-titik kecil berwarna putih atau kekuningan, biasanya muncul di kepala penis atau batangnya. Pada kulit yang lebih gelap, bintik ini bisa tampak lebih jelas. Bintik Fordyce adalah kelenjar minyak kecil yang merupakan bagian normal dari struktur kulit penis. Bintik ini bukan penyakit menular seksual dan tidak berbahaya.
2. Pearly papules
Ini adalah benjolan kecil sewarna kulit dengan tampilan agak mengilap seperti mutiara. Biasanya muncul berderet di sekitar kepala penis. Pearly papules tidak menular dan tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika ingin dihilangkan karena alasan estetika, prosedur medis tertentu bisa dilakukan.
3. Folikel rambut
Hampir semua pria memiliki rambut di sekitar pangkal penis, bahkan kadang memanjang ke bagian bawah batang penis. Rambut tumbuh dari pori kecil yang disebut folikel.
Folikel yang tampak menonjol adalah hal normal dan tidak perlu diobati.
4. Jerawat atau bintik bernanah
Seperti di wajah atau bagian tubuh lain, jerawat juga bisa muncul di penis, terutama pada pria muda. Ini bukan kondisi serius dan biasanya akan hilang sendiri. Namun, jangan dipencet, karena bisa menyebarkan infeksi. Hindari berhubungan intim sampai bintik benar-benar hilang. Jika tidak membaik dalam waktu satu minggu, sebaiknya periksa ke dokter.
Kondisi yang perlu perhatian khusus
1. Kutil kelamin
Berbeda dengan bintik biasa, kutil kelamin memerlukan pengobatan dan menular lewat hubungan seksual. Warnanya bisa merah muda, cokelat, krem, atau hitam, tergantung warna kulit. Bentuknya khas, seperti tonjolan kecil yang lembek menyerupai rumput laut. Kutil ini disebabkan oleh virus HPV (human papilloma virus) dan mudah menular melalui seks vaginal, oral, maupun anal.



