JPMorgan Dukung Independensi The Fed, Cap Ide Trump Buruk!

wartaekonomi.co.id
19 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

JPMorgan Chase dan Bank of New York Mellon (BNY) menyuarakan dukungan terhadap independensi dari Federal Reserve (The Fed). Hal ini menyusul langkah penyelidikan pidana terhadap bank sentral yang dilakukan oleh pemerintahan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Chief Executive Officer (CEO JPMorgan, Jamie Dimon mengatakan independensi bank sentral merupakan prinsip yang diyakini luas oleh pelaku pasar, termasuk di Amerika Serikat.

Baca Juga: Usulan Trump Soal Bunga Kartu Kredit Diproyeksi Sulit Lolos Kongres AS

“Semua orang yang kami kenal percaya pada independensi dari The Fed,” kata Dimon, dilansir Rabu (14/1).

Dimon menyebut bahwa menggoyangkan independensi bank sentral demi penurunan suku bunga adalah hal yang buruk. Bahkan malah bisa berujung hal yang sebaliknya. Ia menegaskan bahwa independensi bank sentral adalah hal yang sangat krusial.

“Ini mungkin bukan ide yang baik dan menurut pandangan saya justru akan berdampak sebaliknya, yakni meningkatkan ekspektasi inflasi dan kemungkinan mendorong suku bunga naik dalam jangka panjang," tegas Dimon.

Pernyataan serupa disampaikan CEO BNY Mellon Robin Vince. Ia memperingatkan konsekuensi negatif jika independensi bank sentral terus tergerus.

“Bank sentral yang independen, dengan kemampuan menetapkan kebijakan moneter secara mandiri demi kepentingan jangka panjang negara, adalah praktik yang telah terbukti di seluruh dunia selama periode yang sangat panjang,” ujar Vince.

Ia menambahkan bahwa melemahkan kepercayaan terhadap independensi bank sentral berisiko mengguncang pasar obligasi dan justru mendorong kenaikan suku bunga.

“Jangan sampai kita merusak fondasi pasar obligasi dan melakukan sesuatu yang justru membuat suku bunga naik karena hilangnya kepercayaan terhadap independensi The Fed,” katanya.

Powell sebelumnya mengungkapkan bahwa bank sentral telah menerima surat panggilan dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Ia menyebut hal itu sebagai dalih untuk memberi presiden pengaruh lebih besar terhadap kebijakan suku bunga. Ia menegaskan bahwa penyelidikan tersebut digunakan sebagai alat tekanan politik.

Baca Juga: Greenland Harga Mati, Uni Eropa Peringatkan Trump: Invasi Akan Jadi Akhir NATO

Trump sendiri sudah secara terbuka menekan bank sentral agar memangkas suku bunga secara agresif dan menyalahkan kebijakan moneter bank sentral atas perlambatan ekonomi. Trump juga beberapa kali mengisyaratkan keinginannya untuk memecat Powell.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pasukan Delta Force Tangkap Nicolas Maduro di Venezuela, AS Tuduh Terlibat Narkoterorisme
• 21 menit lalupantau.com
thumb
Penutupan TPA Suwung di Bali Kembali Ditunda
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Wapres Tekankan Dialog Terbuka demi Stabilitas di Papua Pegunungan
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Direktur Komunikasi Danone: Edukasi Gizi Kunci Bangun SDM Indonesia Sehat
• 8 jam laluidntimes.com
thumb
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
• 3 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.