Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi bergerak naik ke level 9.000 pada perdagangan hari ini, Rabu (14/1). Analis merekomendasikan saham-saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) hingga PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan IHSG sedang bergerak menghadapi resistance minor ke level 8.973. Apabila level tersebut berhasil ditembus, maka indeks berpeluang melanjutkan tren reli ke level 9.052 atau bahkan 9.123.
Ia menyebut level support IHSG berada di Rp 8.714, 8.599 dan 8.493. Sementara level resistance berada di Rp 8.973, 9.052, 9.123 dan 9.169.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Rabu (14/1).
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
MACD atau Moving Average Convergence Divergence adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus menanjak menunjukkan tren naik alias positive slope berlanjut dan momentum beli tetap kuat.
Ivan kemudian memberikan sejumlah saham yang dapat diperhatikan investor, yakni:
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), tahan penjualan (hold) dengan target harga ke level 7.750
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), beli di level 3.500 – 3.550 dengan target harga terdekat ke level 3.870
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), beli di level 4.600 – 4.700 dengan target harga terdekat ke level 5.100
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), beli di level 56 – 61 dengan target harga terdekat di 70
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), beli di level 1.350 – 1.390 dengan target harga terdekat di 1.630.
Sementara itu, analis Phintraco Sekuritas mengatakan IHSG secara teknikal diperkirakan masih berkonsolidasi pada kisaran 8.840-9.000. Menurutnya, koreksi IHSG masih wajar selama tidak ditutup di bawah level 8.730.
Di sisi lain, Rupiah berlanjut melemah di level Rp 16,877 per dolar Amerika Serikat di pasar spot, seiring dengan penguatan indeks Dolar AS dan pelemahan mayoritas mata uang di Asia. Eskalasi ketidakpastian global membuat meningkatnya permintaan dolar AS sebagai salah satu aset lindung nilai atau safe haven.
Di sisi lain, Menko Perekonomian RI memastikan program mandatori campuran Bahan Bakar Nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 40% (B40) pada BBM solar direalisasikan pada tahun ini.
Sedangkan B50 masih dalam kajian lebih lanjut, yang diharapkan akan siap implementasinya pada semester 2 tahun ini. Penerapan B40 dan B50 ini diharapkan akan mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan berpengaruh positif terhadap pengembangan energi bersih.
Phintraco Sekuritas kemudian memberikan rekomendasi saham yang dapat dicermati hari ini antara lain PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Indosat Tbk (ISAT).


