Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan modifikasi cuaca selama lima hari ke depan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi banjir. Jika diperlukan, Gubernur DKI Jakarta Pramono bahkan sudah menyiapkan anggaran modifikasi cuaca hingga 30 hari ke depan.
Menurut Pramono, kebijakan itu lebih baik dibandingkan dengan dampak banjir yang akan terjadi apabila tak dilakukan modifikasi cuaca.
“Katakanlah kalau harus tiap hari modifikasi cuaca akan kami lakukan. Karena hitungan yang kami lakukan, dampak banjir dibandingkan dengan melakukan modifikasi cuaca, maka lebih baik dilakukan modifikasi cuaca,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (13/1).
Untuk sementara, Pramono sudah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan modifikasi cuaca selama lima hari. Modifikasi cuaca sudah mulai dilakukan pada Selasa (14/1) dan akan terus dilakukan hingga Sabtu (17/1).
Pramono bahkan mengklaim, apabila modifikasi cuaca tak dilakukan, durasi hujan mungkin akan lebih panjang dari yang terjadi beberapa hari kemarin. Selain itu, dampak yang akan terjadi juga akan lebih dari banjir yang sudah terjadi jika modifikasi cuaca tak segera dilakukan.
“Hari ini terus terang saja, kalau hari ini tidak dilakukan modifikasi cuaca, nggak mungkin hujan hanya sebentar seperti tadi,” kata Pramono.
Pramono menjelaskan, modifikasi cuaca dilakukan berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperingatkan soal cuaca ekstrem di Jakarta. Pramono pun berharap, upaya tersebut dapat membuat banjir di Jakarta lebih tertangani dengan baik.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468588/original/099662700_1767959565-Gubernur_Jateng_Ahmad_Lutfhi_resmikan_taman_dan_monumen_RM_Bambang_Soeprapto__2_.jpeg)
