BOGOR, KOMPAS.com – Layanan transportasi publik Biskita di Kota Bogor kembali beroperasi penuh setelah sempat terhenti pada awal 2026 akibat berakhirnya masa kontrak pengadaan jasa operasional.
Pemulihan layanan ini diharapkan dapat memulihkan mobilitas warga secara optimal dan menjangkau seluruh koridor utama di Kota Bogor.
Penghentian sementara layanan tersebut terjadi karena masa kontrak operasional berakhir pada 31 Desember 2025, sehingga armada Biskita tidak melayani penumpang sejak 1 Januari 2026.
Setelah melalui proses administratif dan penyesuaian teknis, operasional Biskita kembali dijalankan secara bertahap. Saat ini, seluruh koridor utama telah aktif kembali dan melayani mobilitas masyarakat.
Baca juga: Biskita Bogor Beroperasi Terbatas, Ini Rute Angkot sebagai Alternatif
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Budiarto, memastikan layanan Biskita sudah berjalan normal dan terus dioptimalkan untuk menunjang aktivitas warga.
"Sudah beroperasi dari kemarin tanggal 12 (Januari) bersamaan anak sekolah masuk setelah libur panjang," ujar Sujatmiko saat dihubungi Kompas.com, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, saat ini Biskita melayani empat koridor utama dengan total 49 armada. Keempat koridor tersebut meliputi Koridor 1 Terminal Bubulak–Cidangiang, Koridor 2 Ciawi–Terminal Bubulak, Koridor 5 Stasiun Bogor–Terminal Ciparigi, serta Koridor 6 Stasiun Bogor–Parung Banteng.
Jam operasionalSeiring kembali normalnya layanan, Biskita beroperasi mulai pagi hingga malam hari untuk mendukung aktivitas harian masyarakat, mulai dari perjalanan kerja, sekolah, hingga keperluan lainnya.
“Untuk jam operasional, Jam 05.00 sampai jam 21.00 WIB,” kata Sujatmiko.
Dengan rentang waktu tersebut, Dishub berharap layanan Biskita dapat menjangkau kebutuhan perjalanan warga sepanjang hari.
Untuk menjaga kenyamanan dan keteraturan layanan, Dinas Perhubungan Kota Bogor memastikan jarak kedatangan antarbus tetap dijaga, khususnya pada jam-jam sibuk.
Baca juga: Biskita Transpakuan Bogor Kembali Beroperasi Hari Ini, tapi Baru di Koridor 2
“Pada saat jam padat, kami sudah mengatur headway rata-rata setiap 10 menit," kata dia.
Selain itu, tarif Biskita dipastikan tidak berubah. Penumpang umum tetap dikenakan tarif Rp 4.000, sedangkan pelajar mendapatkan tarif khusus Rp 2.000.
Dishub Kota Bogor membuka peluang penerapan skema pengelolaan mandiri pada koridor dengan tingkat keterisian penumpang tinggi, khususnya Koridor 1 dan Koridor 2.
“Untuk koridor dengan load factor yang tinggi seperti Koridor 1 dan Koridor 2, itu bisa kita tawarkan skema pengelolaan mandiri,” kata Sujatmiko.





