Artefak Sisa Kejayaan Maskapai Merpati yang Tercecer di Tempat Rongsokan

kompas.id
12 jam lalu
Cover Berita

Nada bicara Widodo (48) terkesan semringah ketika ribuan warganet singgah di akun media sosial Tiktok miliknya saat ia melakukan siaran langsung daring, Selasa (13/1/2026).

Dari sebuah gudang seluas 4.000 meter persegi di Dusun Dukuh, Desa Gupit, Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah, tersebut, pria itu menyebarkan informasi ke masyarakat luas melalui gawainya tentang tempat kerjanya yang tak lazim, yaitu sebuah tempat penjualan rongsokan pesawat terbang.

Banyak warganet dibuat penasaran melalui tayangan siaran Tiktok Widodo karena tempat penjualan pesawat bekas merupakan hal yang jarang ditemui. Tak sedikit dari penonton siaran Widodo tersebut yang kemudian melanjutkan transaksi dengan membeli bermacam pernak-pernik pesawat yang masih tersedia.

Sekilas tak terlihat hal yang mencolok dari gudang tempat penyimpanan 10 unit pesawat bekas milik maskapai Merpati yang terletak di tengah perdesaan yang berjarak 23 kilometer dari pusat kota Surakarta itu. Hanya sebuah bangunan biasa dengan pagar besi tinggi bercat warna biru.

Namun, ketika melongok ke dalam, tampak pemandangan spektakuler berupa onggokan sejumlah fuselage atau potongan badan dan kokpit pesawat. Tulisan logo ”Merpati” dengan warna biru muda masih terlihat jelas meski telah berangsur kusam.

”(Presiden) Soeharto pernah naik pesawat ini waktu bepergian ke berbagai daerah,” kata Widodo seraya menunjuk ke salah satu pesawat yang tinggal separuh badan bagian depannya saja. Meski tidak dapat menunjukkan bukti dari pernyataannya tersebut, pria itu yakin bahwa pesawat tersebut adalah bagian dari sejarah penting dunia aviasi Indonesia.

Di bagian belakang gudang itu terdapat potongan bangkai pesawat jenis Boeing 737-200. Sebuah pesawat jenis Fokker dengan tulisan ”Halmahera” pada moncongnya juga teronggok di dekatnya.

Maskapai Merpati Nusantara Airlines berdiri pada 6 September 1962 dengan nama Perusahaan Negara Merpati Nusantara. Saat masa jayanya, Merpati pernah mengoperasikan sejumlah jenis pesawat seperti Fokker–100 hingga Boeing 737-200 untuk melayani penumpang di sejumlah rute.

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
Sejumlah bagian badan pesawat bekas milik maskapai Merpati disimpan di salah satu gudang di Dusun Dukuh, Desa Gupit, Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026). Sebanyak 10 unit pesawat bekas maskapai Merpati yang dijual secara lelang didatangkan ke tempat itu pada tahun 2019 dan dijual komponennya agar dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain. Maskapai Merpati Nusantara Airlines berdiri pada tahun 1962 dan dinyatakan pailit pada tahun 2022.

Pada 2014, maskapai Merpati berhenti mengudara setelah menanggung utang hingga Rp 7 triliun dan tidak lagi mampu membeli bahan bakar secara tunai kepada PT Pertamina (Persero).

Empat tahun berselang, pada 18 November 2018, Pengadilan Negeri Surabaya mengabulkan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diajukan Merpati sehingga maskapai ini tidak berstatus pailit. Dalam salinan putusan PKPU, Merpati Airlines dinyatakan menanggung nilai utang Rp 10,9 triliun (Kompas.id, 16/10/2019).

Selama terseok-seok akibat terlilit utang hingga dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Surabaya pada 2 Juni 2022, sejumlah armada maskapai Merpati terbengkalai di beberapa bandara. Sebagian pesawat Merpati yang dilelang kemudian dibeli oleh seorang pengusaha dan didatangkan ke gudang di Sukoharjo tersebut pada tahun 2019.

Sebanyak lima unit pesawat didatangkan dari Bandara Juanda di Surabaya, dua unit diusung dari Bandara Sam Ratulangi di Manado, dua unit diambil dari Bandara H Asan di Sampit, dan satu unit dikirim dari Bandara Soekarno-Hatta di Banten. ”Setiap pesawat dipereteli dan diangkut dengan empat truk kontainer,” kata Widodo.

Pesawat hasil lelang tersebut didatangkan tanpa disertai mesin. Warga yang berminat dapat membeli apa pun yang ditemui di tempat itu.

Satu unit pesawat utuh dibanderol dengan harga mulai dari Rp 700 juta, tergantung jenisnya. Biaya pengiriman untuk wilayah Pulau Jawa sekitar Rp 60 juta dan ongkos perakitan kembali di tempat tujuan atau tempat pembeli sekitar Rp 300 juta.

Menurut Widodo, sebagian pembeli menggunakan badan pesawat bekas untuk keperluan sekolah terkait penerbangan. Beberapa pembeli lainnya menggunakan bermacam komponen pesawat untuk dekorasi kafe atau tempat wisata.

Barang yang banyak dicari pembeli, antara lain, berupa kursi penumpang pesawat. Harga kursi pesawat kelas ekonomi kapasitas 3 penumpang berkisar Rp 3 juta, sedangkan kursi penumpang pesawat kelas bisnis sekitar Rp 5,5 juta per unit. Kursi pilot juga banyak diminati dan dijual dengan harga Rp 15 juta per unit.

Salah satu benda bekas pesawat yang termurah adalah ban pesawat yang dibanderol dengan harga sekitar Rp 1,5 juta per buah. Ban bekas pesawat tersebut biasanya dimanfaatkan untuk bemper penahan benturan pada kapal.

Peranti radar pada moncong pesawat adalah salah satu benda bekas pesawat yang masuk dalam kategori mahal. Benda tersebut dijual dengan harga Rp 35 juta per unit.

Peminat tempat usaha ”kampakan” atau tempat penjualan rongsokan pesawat ini tak hanya dari kalangan berduit dari dalam negeri, tetapi juga dari sejumlah negara, seperti Korea Selatan dan Perancis.

Namun, tidak semua pengunjung datang ke tempat itu untuk membeli barang bekas pesawat. Sejumlah sekolah taman kanak-kanak, misalnya, ujar Widodo, juga beberapa kali datang ke gudang itu untuk mengenalkan kepada para murid usia dini tentang alat transportasi pesawat.

Meski terletak di perdesaan, gudang tersebut masih menyimpan sejarah sisa kejayaan maskapai Merpati. Artefak peninggalan masa Orde Baru itu kini terbuka untuk dimiliki serta dikoleksi oleh siapa saja.

 

 

 

 

 

 

 

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Masdar UEA: PLTS Cirata beroperasi sesuai rencana, jadi sorotan dunia
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Disaksikan Sutiyoso, Pramono: Jakarta Sedang Menata Diri
• 10 jam laludisway.id
thumb
BTS akan gelar konser selama dua hari di Jakarta pada Desember 2026
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Dishub Siagakan Petugas di Jalur Sepeda Sudirman, Buntut Pesepeda Adang Pemotor
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
PLH Sekda Lampung Utara Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran DPRD
• 23 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.