Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan kampus terbaru SMA Taruna Nusantara (TN) yang berlokasi di Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1). Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan institusi pendidikan pencetak kader bangsa yang gagasannya telah diinisiasi Prabowo sejak 1988.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa SMA Taruna Nusantara memikul tanggung jawab besar untuk melahirkan pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat. Ia meminta seluruh pimpinan lembaga, jajaran sekolah, dan para guru menjadikan nilai kejujuran sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan.
“Kita ingin menanamkan akhlak dan kepribadian yang baik, yang bersih, sehingga lahir pemimpin-pemimpin yang jujur, pemimpin-pemimpin yang tidak akan korupsi, dan pemimpin-pemimpin yang selalu berbuat terbaik untuk rakyat dan bangsanya,” ujar Prabowo.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan yang inovatif dan berorientasi pada pembinaan serta pengembangan potensi peserta didik. Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa Taruna Nusantara akan terus melahirkan kader-kader unggul yang mampu berkontribusi di berbagai bidang strategis.
“Sejak 1990 sampai sekarang, terbukti bahwa para lulusan Taruna Nusantara mampu menunjukkan prestasi di tingkat nasional. Bahkan di kabinet yang saya pimpin saat ini, sudah ada alumni-alumninya. Jumlah lulusan TN di level kepemimpinan utama cukup banyak, dan di tingkat berikutnya juga mulai bermunculan,” ungkapnya.
Prabowo kembali menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen utama dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi kesejahteraan, demokrasi, sekaligus kunci untuk menghapus kemiskinan, terutama jika berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas kesehatan.
“Pendidikan adalah instrumen pembangunan, instrumen kesejahteraan, dan instrumen demokrasi. Pendidikan dan kesehatan adalah alat utama untuk menghilangkan kemiskinan,” katanya.
Gagasan pendirian SMA Taruna Nusantara berawal dari pemikiran Prabowo Subianto saat berpangkat Mayor pada 1988. Ide tersebut kemudian diusulkan kepada Presiden Soeharto serta Menteri Pertahanan dan Keamanan saat itu, LB Moerdani, dengan tujuan menyediakan pendidikan unggulan bagi anak-anak Indonesia yang memiliki kemampuan dan bakat istimewa.
Kampus pertama SMA Taruna Nusantara resmi berdiri di Magelang, Jawa Tengah, pada 1988. Hingga kini, telah beroperasi tiga kampus, yakni di Magelang, Malang, dan Cimahi, Jawa Barat, dengan total 36 angkatan lulusan. Ke depan, pada 2026 pemerintah merencanakan pembukaan tiga kampus baru di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Pagar Alam, Sumatra Selatan, serta Langowan, Sulawesi Utara.

