Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan Rasuna Said akan dikerjakan hanya pada malam hari.
Pramono mengatakan, pengerjaan proyek dikerjakan malam hari guna menghindari kemacetan pada jalan utama Rasuna Said.
"Pengerjaan dilakukan pada malam hari, sehingga tidak ada penutupan jalur," ujarnya pada Rabu (14/1/2026).
Sementara itu, Polda Metro Jaya menyatakan rekayasa lalu lintas saat pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan dilakukan secara situasional.
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin mengemukakan pengaturan lalu lintas itu bergantung pada eskalasi kendaraan di lokasi.
Artinya, petugas bakal menerapkan rekayasa lalu lintas jika terjadi kepadatan di lokasi pembongkaran tersebut. Sebaliknya, jika arus lalu lintas lancar maka kepolisian tidak akan menerapkan pengaturan.
Baca Juga
- Pramono Resmi Bongkar Tiang Monorel di Rasuna Said Usai Mangkrak Hampir 22 Tahun
- Polisi Siapkan Rekayasa Lalin di Lokasi Pembongkaran Tiang Monorel Jakarta
- Pramono Tegaskan Anggaran Rp100 Miliar untuk Bongkar Tiang Monorel dan Penataan
"Situasional aja. Rencana pembongkaran malam hari dan di jalur lambat," ujar Komarudin saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
Dia menambahkan, pihaknya juga bakal mengerahkan personel untuk memastikan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas alias Kamseltibcar di lokasi pembongkaran.
"Sesuai rencana sih seperti itu. Pembongkaran malam, dan bertahap. Personel kami siapkan untuk pengamanan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengemukakan pembongkaran tiang monorel itu bakal dilakukan pada Rabu (14/1/2026).
Dia mengemukakan bahwa pembongkaran ini bakal menelan dana sebesar Rp100 miliar. Namun, uang ratusan miliar itu tidak hanya untuk pembongkaran tiang monorel saja.
Sebab, dana itu bakal disalurkan juga untuk perbaikan dan penataan jalan sekitar kawasan tiang monorel.
"Saya juga ingin meluruskan dalam kesempatan ini Rp100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar, tetapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan dan sebagainya biaya keseluruhan untuk memperbaiki jalan Rasuna Said itu angkanya Rp100 miliar," ujar Pramono di Jakarta, Minggu (11/1/2026).





