Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan akan memberikan bantuan kepada para nelayan dan petambak yang terdampak bencana Sumatera. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mencatat saat ini terdapat 3.000 kapal nelayan dan 30.000 tambak yang rusak imbas bencana di wilayah tersebut.
Trenggono mengungkapkan bantuan kepada nelayan berbentuk perbaikan dan pemberian kapal.
“Kita lebih fokus ke perbaikan kapal, memberi bantuan kapal untuk nelayan yang (nelayan) tangkap, lalu kemudian me-recovery tambaknya yang rusak,” kata Trenggono usai pelepasan Taruna Kelautan & Perikanan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (14/1).
KKP belum memiliki besaran total terkait anggaran yang akan dikucurkan untuk pemberian bantuan kapal dan perbaikan tambak yang rusak. Dirjen Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, memberikan bocoran besaran nilai bantuan yang akan diberikan.
“Kalau tambak, yang ideal ya, 1 hektare Rp 100 juta saja, kan sudah ketahuan, kali 30.000 (tambak),” ujar Haeru.
Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Pung Nugroho Saksono, menuturkan saat ini KKP sudah membentuk satgas bencana sejak 1 Desember 2025.
“Satgas ini diharapkan memastikan seluruh penanganan bencana oleh KKP berjalan terpadu, terukur, dan dapat memberikan sumbang sih nyata bagi masyarakat terdampak khususnya masyarakat kota dan perikanan. Kita tahu bersama di Sumut banyak tambak udang dan itu rata semuanya. Inilah KKP dalam hal ini cepat bereaksi,” kata Pung dalam pelepasan ekspor udang bebas C-137 ke AS di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (3/12) lalu.




