Moskow: Rusia secara tegas menolak kecaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana pemberlakuan tarif 25 persen terhadap negara-negara yang menjalin hubungan dagang dengan Iran. Moskow menilai langkah Washington tersebut sebagai bentuk pemerasan terang-terangan yang berpotensi merusak stabilitas keamanan internasional.
Dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 14 Januari 2026, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan bahwa sanksi Barat terhadap Iran bersifat ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional. Menurutnya, kebijakan tersebut sengaja dirancang untuk menghambat pembangunan Iran sekaligus menciptakan krisis sosial yang dampaknya menyasar warga sipil.
Zakharova menuding kekuatan asing yang memusuhi Iran tengah berupaya mengeksploitasi ketegangan sosial di dalam negeri untuk menghancurkan negara tersebut.
Ia menyebut metode yang digunakan menyerupai strategi “revolusi warna” guna mendestabilisasi politik domestik Teheran melalui intervensi eksternal yang bersifat subversif.
“Kami menolak keras upaya terang-terangan untuk memeras mitra dagang luar negeri Iran dengan tarif perdagangan yang lebih tinggi,” ujar Zakharova. Ia juga menegaskan bahwa ancaman serangan militer baru dari Amerika Serikat terhadap Iran tidak dapat diterima dan berisiko memicu dampak serius bagi keamanan global.
Langkah agresif Trump muncul di tengah gelombang protes besar di Iran yang dipicu oleh keterpurukan ekonomi dan jatuhnya nilai tukar rial. Otoritas Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan tersebut dengan memberikan dukungan kepada kelompok yang mereka sebut sebagai perusuh bersenjata.
Meski pemerintah Iran belum merilis data resmi, lembaga Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat mengestimasi korban tewas telah mencapai sedikitnya 646 orang, termasuk aparat keamanan dan pengunjuk rasa. Selain itu, lebih dari 10.000 orang dilaporkan ditahan di 187 kota di berbagai provinsi Iran.
Rusia menyatakan pemerintah Iran tetap berkomitmen membuka ruang dialog konstruktif dengan masyarakat guna meredam dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh kebijakan Barat yang dianggap bermusuhan.
Di saat yang sama, Moskow memperingatkan bahwa setiap tindakan militer Amerika Serikat terhadap Iran akan membawa konsekuensi yang bersifat bencana bagi kawasan Timur Tengah. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Trump Berlakukan Tarif 25 Persen ke Negara yang Berbisnis dengan Iran

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5450778/original/080041100_1766184841-kpk_bekasi.jpg)

