Analisis Dokter Tifa Terkait Fufufafa Ada Gejala OCD: Dari Obsesi ke Dendam, Sarat Ejekan dan Delusi

fajar.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dokter Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa Dokter Tifa, salah satu tersangka dalam perkara dugaan fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 Jokowi, kembali menjadi perhatian publik.

Kali ini, ia mengulas unggahan akun Kaskus bernama Fufufafa yang belakangan ramai dikaitkan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Tifa mempertanyakan apakah publik pernah membaca salah satu postingan akun tersebut.

Ia kemudian blak-blakan menjelaskan analisis yang disebutnya berdasarkan pendekatan neurosains dan psikiatri.

“Sudah pernah baca postingan Fufufafa yang ini belum?” ujar Tifa di X @DokterTifa sambil mengunggah tangkapan layar postingan Fufufafa di Kaskus (14/1/2026).

Ia menuturkan, dalam unggahan akun tersebut terlihat adanya gejala Obsessive Compulsive Disorder (OCD) yang menurutnya tertuju pada sosok Prabowo Subianto.

Tifa menyebut konten tersebut sebagai rangkaian imajinasi yang berangkat dari kekaguman tersembunyi, rasa inferior, hingga berkembang menjadi dendam, ejekan, hinaan, sarkasme, dan bahasa vulgar.

“Kata yang berulang menunjukkan symptom logorrhea, obsesif, campuran obsesif, ejekan, hinaan, dan paranoia,” ungkapnya.

Tifa juga menyinggung adanya gejala flight of ideas atau lompat pikir, dengan menyebut sejumlah kata dan topik yang dinilainya tidak saling berhubungan secara logis, seperti Lexus putih, kesederhanaan, cawapres, waspada, stroke.

Selain itu, ia menilai terdapat loose association atau asosiasi longgar dalam narasi akun tersebut, yakni peralihan topik tanpa jembatan logis, seperti Prabowo, cinta, kuda, bocor, macan Asia, stroke.

Bukan hanya itu, Tifa juga menyoroti apa yang ia sebut sebagai ancaman simbolik tersembunyi, serta ejekan terselubung terkait status personal.

“Ada lagi ejekan tersembunyi tentang status, kata duda di antara urutan kata tegas tegas tegas,” imbuhnya.

Berdasarkan analisisnya, Tifa menyimpulkan akun Fufufafa menunjukkan kecenderungan gangguan spektrum psikiatris yang disertai delusi, paranoia, dan disfungsi sosial.

Ia mengklaim analisis tersebut merupakan bagian dari riset yang ia tulis dalam bukunya berjudul Gibran’s Black Brain, pada subtopik studi kasus Fufufafa.

“Ini adalah contoh analisis metasintesis neuroscience behavior dan neuropolitika yang saya teliti,” tandasnya.

Tifa kemudian melontarkan kekhawatiran jika akun tersebut benar-benar adalah Gibran Rakabuming Raka.

“Wah kalau benar Fufufafa adalah si itu, bakal ambyar Indonesia,” kuncinya.

Sementara itu sejumlah pakar IT dan pegiat media sosial yang berkecimpung di bidang IT mengaku mampu membuktikan bahwa sosok Fufufafa adalah putra sulung Jokowi berdasarkan temuan dan analisis jejak digital.

(Muhsin/Fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Refly Harun Ungkap Eggi Sudjana Ditawari Proyek Triliunan Rupiah asal Minta Maaf ke Jokowi
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Kakorlantas Cek Kesiapan PJR Cikampek Jelang Operasi Ketupat 2026
• 45 menit laluokezone.com
thumb
Warga Terdampak Banjir Welahan Jepara Mulai Terserang Penyakit
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Interupsi Rapat DPD, Senator Finsen Minta Prabowo Tak Tanam Sawit di Papua
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Pemkab Bogor Targetkan 90 Persen Dapur MBG Rampung Januari 2026
• 14 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.