Litbang Kompas: Baby Boomers dan Gen X Dukung Pilkada Langsung

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Litbang Kompas merekam pendapat generasi Baby Boomers dan generasi X yang mayoritas mendukung sistem pilkada secara langsung.

Kelompok Baby Boomers merupakan generasi yang lahir setelah Perang Dunia II, umumnya antara tahun 1946 hingga 1964.

Sedangkan generasi X sendiri merupakan kelompok demografi yang lahir antara tahun 1965 hingga 1980.

Baca juga: Soal Wacana Pilkada via DPRD: Yusril Lempar Bola, DPR Sebut Belum Prioritas Dibahas

Dalam hasil jajak pendapat Litbang Kompas yang dilansir Kompas.id, 64,3 persen dari kelompok Baby Boomers menginginkan sistem pilkada langsung.

Sedangkan 3,6 persen mendukung sistem pemilihan kepala daerah lewat DPRD. Lalu, 31,8 persen lainnya menjawab bahwa keduanya sama saja.

Kemudian pada kelompok Gen X, 69,3 persen mendukung mekanisme di mana rakyat memilih langsung kepala daerahnya.

Baca juga: Litbang Kompas: 89,5 Persen Gen Z Ingin Sistem Pilkada Langsung

Sebesar 14,7 persen dari kelompok ini mendukung pilkada lewat DPRD. Sedangkan 15,8 persen dari kelompok Gen X menilai kedua mekanisme sama saja.

Mayoritas Publik Inginkan Pilkada Langsung

Adapun secara keseluruhan, mayoritas publik atau 77,3 persen responden menyatakan bahwa pilkada langsung merupakan sistem pemilihan paling cocok.

Sedangkan yang menyatakan bahwa kepala daerah dipilih oleh DPRD merupakan sistem yang paling cocok sebesar 5,6 persen.

Lalu, 15,2 persen responden menyatakan "Keduanya sama saja" dan 1,9 persen publik menjawab "Tidak tahu".

Baca juga: Kalau Mewakili Rakyat, Mestinya Partai Tolak Pilkada Lewat DPRD

Dari 77,3 persen publik yang menyatakan cocok terhadap pilkada langsung, 46,2 persen di antaranya menyatakan bahwa demokrasi dan partisipasi menjadi alasannya memilih sistem tersebut.

Selanjutnya, 35,5 persen menjawab bahwa kualitas pemimpin menjadi alasan memilih pilkada dipilih oleh rakyat secara langsung. Lalu, ketidakpercayaan terhadap pemerintah (5,4 persen), lainnya (1,4 persen), dan tidak tahu (4,5 persen).

Litbang Kompas melakukan pengumpulan pendapat melalui telepon pada 8 hingga 11 Desember 2025.

Sebanyak 510 responden dari 76 kota di 38 provinsi berhasil diwawancarai. Sampel ditentukan secara acak dari responden panel Litbang Kompas sesuai proporsi jumlah penduduk di setiap daerah.

Baca juga: PKB Ungkap Alasan Dukung Pilkada Via DPRD: Cari Gubernur yang Bisa Kerja

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Metode ini pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error penelitian ± 4,24 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Meskipun demikian, kesalahan di luar pengambilan sampel dimungkinkan terjadi.

Berita ini dilansir dari Kompas.id dengan judul "Gen Z Menolak Pilkada DPRD"

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
15 Tips Mengatasi Sariawan Paling Ampuh secara Alami
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Walkot Jakpus Ungkap Penyebab Banjir di Mangga Dua Selatan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kadishub DKI Pastikan Belum Ada Rencana Kenaikan Tarif TransJakarta
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Selangkah Lagi, Michael Carrick Jadi Manajer Interim MU
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Mahfud MD Soroti Pelapor Pandji: Aneh dan Tak Punya Legal Standing
• 1 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.