Efek Trump & China: IHSG Tembus 9.000, Emas Antam dan Timah Cetak Rekor

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Perdagangan komoditas dan market menguat pada Rabu (14/1) mulai dari harga minyak mentah yang melesat gara-gara sentimen Presiden AS Donald Trump, harga timah global yang terus menanjak, hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan emas Antam yang kembali mencetak rekor baru.

Ketidakpastian geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, menjadi katalis utama penguatan komoditas energi dan logam industri. Aksi beli agresif investor China juga pengaruhi harga timah.

Harga Minyak Mentah Makin Panas Usai Trump Ogah Temui Petinggi Iran

Harga minyak mentah dunia melanjutkan kenaikan pada Selasa (13/1), seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap Iran sebagai salah satu produsen utama dan potensi gangguan pasokan yang menutupi prospek bertambahnya suplai minyak mentah dari Venezuela.

Mengutip Reuters, Rabu (14/1), minyak mentah Brent melonjak USD 1,24 atau 1,9 persen menjadi USD 65,11 per barel pada pukul 13.32 waktu setempat, mendekati level tertinggi sejak pertengahan November. Sementara itu, minyak mentah acuan Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI), naik USD 1,17 atau sekitar 2 persen menjadi USD 60,67 per barel.

Kenaikan harga tersebut diwarnai dengan batalnya pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan petinggi Iran.

"Saya telah membatalkan seluruh pertemuan dengan pejabat Iran hingga pembunuhan demonstran berhenti. Bantuan sedang dalam perjalanan. MIGA (Make Iran Great Again)," berdasarkan pernyataan Trump di Truth Social.

Harga Timah Naik Gila-gilaan karena China

Selain minyak, harga timah melonjak ke level tertinggi baru di atas USD 51.000 per ton di London. Angka ini memperpanjang tren bullish selama tiga tahun terakhir seiring aksi beli agresif investor China yang mendorong pasar logam menguat.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (14/1), harga timah sempat melonjak hingga 4,3 persen menjadi USD 51.675 per ton di Bursa Logam London (London Metal Exchange/LME), melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 2022.

Kenaikan ini didorong lonjakan permintaan dari industri elektronik yang meningkat sejak masa pandemi. Logam yang banyak digunakan untuk bahan solder ini telah lama dipandang sebagai indikator kinerja sektor komputasi, dan dana investasi pun berbondong-bondong masuk seiring kuatnya investasi pada kecerdasan buatan (AI) dan pusat data.

Timah, yang merupakan logam dengan likuiditas paling rendah di antara enam logam utama yang diperdagangkan di LME, menguat hampir 40 persen sepanjang tahun lalu, dan telah naik lebih dari 25 persen sepanjang 2026. Lonjakan harga dipicu oleh gelombang investor China yang masuk ke pasar logam, serta dana saham yang bertaruh bahwa harga kontrak berjangka komoditas akan naik seiring reli pasar saham tahun ini.

Emas Antam dan Galeri24 Naik ke Level Tertinggi

Di dalam negeri, harga emas kembali mencetak rekor tertinggi. Berdasarkan situs Logam Mulia, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Rabu (14/1) tercatat naik menjadi Rp 2.665.000 per gram, meningkat Rp 13.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Harga jual kembali (buyback) emas Antam juga naik ke level Rp 2.513.000 per gram.

Sementara itu, harga emas Galeri24 turut menguat ke level Rp 2.676.000 per gram, dengan harga buyback berada di Rp 2.509.000 per gram, mencerminkan tingginya minat investor terhadap aset lindung nilai.

IHSG Tembus Rekor Baru ke 9.012

IHSG mengawali perdagangan Rabu di zona hijau, dibuka menguat 64,38 poin atau 0,72 persen ke level 9.012. Namun, di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar AS.

Ini merupakan rekor baru kedua di level 9.000-an. Sebelumnya, IHSG sempat tembus 9.002 pada Kamis (8/1).

Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham bergerak variatif hari ini. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,48 persen, Hang Seng Hong Kong menguat tipis 0,14 persen, SSE Composite China naik 0,40 persen, sementara Straits Times Singapura terkoreksi 0,31 persen.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mendagri Beberkan Hasil Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumatra
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Reposisi ANTARA: tantangan kecepatan, independensi, dan pengawasan
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Lenovo: Agentic AI di ASEAN Tumbuh 91%, Paling Banyak Diadopsi Telco
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Bukan Ayah vs Anak, Konflik Joko Suyoto dan Manajer Farel Prayoga Kian Terbuka
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Toprak Razgatlioglu Fokus Adaptasi Beda MotoGP dengan WSBK: 'Insyaallah Memberikan yang Terbaik'
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.