Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tegas terhadap infrastruktu renergi Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) adalah tonggak penting transformasi dan kemandirian sektor energi nasional.
"Proyek RDMP Balikpapan adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian energi nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, sekaligus menghadirkan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan bagi masyarakat," ujar AHY dikutip dari Antara, Rabu (14/1/2026).
Advertisement
Dia menjelaskan, RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dengan nilai investasi sebesar 7,4 miliar dolar AS atau kisaran Rp124 triliun.
"Melalui RDMP, kapasitas pada pengolahan kilang meningkat secara signifikan dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, serta tingkatan kualitas produk BBM dari standar Euro 5 yang lebih efisien dan juga ramah lingkungan," ucap AHY.
Dia menekankan juga bahwa RDMP Balikpapan memiliki peran yang strategis dalam mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional, sebagaimana dalam Astacita Pemerintah.
Selain itu, proyek ini meningkat produksi LPG dari 48 ribu ton per tahunnya menjadi 348 ribu ton per tahun, sehingga berpotensi mengurangi impro dari LPG sekitar 4,9 persen.
"Kilang ini dirancang dengan kompleksitas yang lebih tinggi sehingga mampu menghasilkan beragam produk bernilai tambah, seperti LPG, gasoline, hingga bahan baku petrokimia. Ini penting untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat industri dalam negeri," papar Menko AHY.



