Pemain Naturalisasi Ilegal Malaysia Rodrigo Holgado Pertimbangkan Pensiun usai Resmi Didakwa FIFA

tvonenews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Salah satu pemain naturalisasi ilegal Malaysia, Rodrigo Holgado, kabarnya sedang mempertimbangkan untuk pensiun. Hal ini merupakan dampak dari dakwaan FIFA terhadap para pemain naturalisasi Malaysia.

FIFA telah menghukum Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pada September lalu atas kasus naturalisasi ilegal yang melibatkan tujuh pemain. Salah satu di antaranya adalah Rodrigo Holgado.

Enam pemain lainnya adalah Facundo Garces, Jon Irazabal, Hector Hevel, Joao Figueiredo, Imanol Machuca, dan Gabriel Palmero. Para pemain tersebut mendapatkan hukuman secara personal.

Ketujuh pemain dilarang untuk terlibat dalam berbagai aktivitas di kancah sepak bola selama setahun. Mereka tidak hanya dilarang membela Timnas Malaysia, melainkan juga bermain di klub.

Holgado adalah pemain dari klub kasta tertinggi Liga Kolombia, America De Cali. Kontraknya masih berlaku hingga akhir tahun 2026.

Namun demikian, sang penyerang berusia 30 tahun tersebut mungkin tidak akan melanjutkan masa baktinya. Kini, beredar rumor bahwa Holgado mempertimbangkan untuk pensiun.

Hal ini disampaikan oleh jurnalis asal Kolombia, Bambino Quintero, melalui media sosial X. Masalahnya dengan FIFA imbas dari proses naturalisasi Malaysia telah menyebabkan hal ini.

“Rodrigo Holgado, disanksi oleh FIFA hingga September karena ketidakteraturan dalam pemanggilannya ke tim nasional Malaysia, kini mempertimbangkan secara serius untuk pensiun secara permanen dari sepak bola profesional. Sang penyerang masih terikat dengan America [De Cali], namun tanpa dibayar,” demikian laporan dari Quintero.

Holgado sebelumnya dikabarkan akan diputus kontraknya oleh America De Cali. Namun, hingga saat ini, dia masih menjadi pemain dari klub kasta tertinggi Liga Kolombia tersebut.

Dia adalah pemain kelahiran Argentina. Sepanjang kariernya, Holgado telah membela tim-tim di Amerika Latin, termasuk di negara asalnya Argentina, kemudian Cile dan terbaru Kolombia. (rda)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Diteror usai Bicara soal Bencana Sumatera, Aktivis Greenpeace dan Kreator Konten Lapor Polisi
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Ketua PBNU Gus Aiz Bantah Terima Aliran Dana Terkait Korupsi Kuota Haji
• 23 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Targetkan Bangun 500 Sekolah Unggulan dalam 4 Tahun
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Sesumbar Eva Manurung Kini Jadi Kenyataan saat Virgoun Nikahi Inara Rusli
• 10 jam laluinsertlive.com
thumb
Korlantas Polri Gelar rapat Pematangan Operasi Ketupat 2026: Angkutan Barang Sumbu Tiga Istirahat
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.