Diteror usai Bicara soal Bencana Sumatera, Aktivis Greenpeace dan Kreator Konten Lapor Polisi

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Aktivis Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik (depan) dan konten kreator Yansen (jaket biru) saat di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Keduanya melaporkan teror yang diterima mereka ke Bareskrim Polri, Rabu (14/1/2025). (Sumber: KompasTV/Prasetyo\)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Aktivis Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik dan Kreator Konten Yansen melaporkan teror yang diterima mereka ke Bareskrim Polri, Rabu (14/1/2025).

Dalam kesempatan itu, keduanya didampingi kuasa hukum dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD).  

"Tim Advokasi untuk Demokrasi sedang melakukan pendampingan terhadap dua pelapor atas adanya dugaan tindak pidana ancaman dan teror," kata Tim TAUD, Alif Fauzi di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu. 

"Yang mana ini sangat erat kaitannya dengan kegiatan aktivisme mereka di ruang digital yaitu menyuarakan soal bencana banjir Sumatera yang terjadi akhir tahun lalu.

Baca Juga: Dugaan Teror DJ Donny: Polisi Sudah Periksa 12 Saksi, Tangani Beberapa Laporan Serupa

Meski demikian, ia menilai aparat penegak hukum belum memandang kasus ini sebagai satu rangkaian peristiwa yang utuh. Padahal menurutnya teror yang dialami para pelapor memiliki pola yang sama dengan teror yang salah satunya dialami jurnalis Tempo pada tahun lalu.

"Untuk proses pelaporannya, kami baru selesai tadi konsultasi dengan cyber. Tapi kami menyayangkan bahwa kasus yang dilaporkan oleh kedua pelapor hari ini tidak dipandang sebagai satu kesatuan, tidak dipandang bahwa ini ada pola yang jamak," tegasnya, seperti dilaporkan Jurnalis KompasTV, Prasetyo.

"Teror ini kita ingat sudah terjadi dari tahun lalu, dimulai dari teror yang dialami oleh kawan-kawan Tempo dan polanya sama. Sama-sama bangkai (yang dikirimkan)."

Dalam kesempatan yang sama Yansen dan Iqbal Damanik membeberkan sederet teror yang dialaminya usai bersuara ihwal bencana banjir di Sumatera.

Yansen mengaku mengalami teror pada 20 Desember 2025, di antaranya yakni nomor seluler ibu dan adiknya yang diretas dan tidak bisa digunakan.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • aktivis greenpeace indonesia
  • kreator konten
  • polisi
  • teror
  • bencana sumatera
  • greenpeace
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Airlangga Buka Suara Seusai ke KPK, Bahas Tarif Trump Bukan Kasus Suap Pajak
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Empat WNI Diculik Bajak Laut di Perairan Gabon, DPR Desak Kemlu Perkuat Koordinasi
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Pendidikan, Mutu, dan Daya Saing: Aksi Generasi Muda untuk SDGs Pilar 4
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Aurelie Moeremans Angkat Isu Grooming, Tips Lindungi Anak dari Pelecehan Daring
• 21 jam lalugenpi.co
thumb
Bos Smartphone OnePlus Terancam Ditangkap Aparat Taiwan, Ini Alasannya
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.