Bos Smartphone OnePlus Terancam Ditangkap Aparat Taiwan, Ini Alasannya

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jaksa penuntut di Taiwan mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin perusahaan ponsel pintar OnePlus asal China, Pete Lau.

Bos Smartphone OnePlus Terancam Ditangkap Aparat Taiwan, Ini Alasannya. (Foto: X/OnePlus)

IDXChannel - Jaksa penuntut di Taiwan mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin perusahaan ponsel pintar OnePlus asal China, Pete Lau.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (14/1/2026), CEO itu dituduh merekrut talenta Taiwan secara ilegal sejak 2014.

Baca Juga:
Chip Memori Mahal, Harga Smartphone Diprediksi Naik 6,9 Persen pada 2026

Kantor Kejaksaan Distrik Shilin juga mendakwa dua warga negara Taiwan yang bekerja untuk Lau. Pihak berwajib menuduh OnePlus merekrut lebih dari 70 insinyur secara ilegal di Taiwan sejak 2014.

Upaya Taiwan untuk mencegah pembajakan talenta Taiwan dan arus keluar kekayaan intelektual semakin intensif sejak Presiden Lai Ching-te mulai menjabat pada 2024. Pada September 2025, aparat Taiwan mengeluarkan surat perintah penangkapan serupa untuk Chairman Luxshare Precision Industry Co Grace Wang.

Baca Juga:
Apple Kuasai Pasar Smartphone Global pada 2025, Raih Pangsa 20 Persen

Lau dan dua karyawannya dituduh melanggar Undang-Undang yang Mengatur Hubungan Antara Rakyat Wilayah Taiwan dan Wilayah Daratan China. Selain memimpin OnePlus, ia juga memegang jabatan tinggi di Oppo, merek smartphone China lainnya.

Taiwan telah menjadi tempat perekrutan favorit bagi China karena keduanya memiliki bahasa yang sama dan pulau itu merupakan rumah bagi beberapa talenta teknologi terbaik di dunia. 

Baca Juga:
Pengiriman Smartphone Global Naik 2 Persen pada 2025 di Tengah Gejolak Tarif

Sebagai tanggapan, Taipei telah memberlakukan pembatasan dan pengamanan khususnya untuk industri semikonduktor di negaranya. Misalnya, perusahaan China dilarang untuk mendirikan operasi lokal atau merekrut karyawan lokal tanpa persetujuan resmi pemerintah Taiwan.

Namun demikian, ada banyak kasus perusahaan China yang mendirikan fasilitas di Taiwan dengan menyamar sebagai perusahaan non-China atau lokal.

Tahun lalu, penyelidik Taiwan menggerebek 34 lokasi sebagai bagian dari penyelidikan terhadap praktik perekrutan 11 perusahaan teknologi China, termasuk Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC). Biro Investigasi Taiwan mengatakan pada saat itu bahwa SMIC telah mendirikan cabang di Taiwan, yang menyamar sebagai entitas Samoa, untuk merekrut staf lokal. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Persis Solo Evaluasi Performa Buruk Paruh Pertama
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Airlangga sebut lahan food estate Papua lebih baik dari Australia
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah TA 2026/2027 Dibuka, Simak Jadwalnya!
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Gelombang Tinggi Landa Perairan Pantai Utara Jateng, Nelayan Diimbau untuk Tidak Melaut
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Aktivis Greenpeace Iqbal Damanik Laporkan Teror Bangkai Ayam ke Polisi
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.