Pemprov DKI Jakarta hari ini mulai membongkar tiang monorel yang terbengkalai di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Selain memulai pembongkaran tiang monorel, Pemprov DKI juga akan menata kawasan tersebut.
“Penataannya adalah penataan dibuat jalan. Kemudian saluran trotoar, pedestrian, penerangan jalan umum, sarana kelengkapan, dan juga tentunya estetika dari trotoar dan taman-taman yang ada,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau pembongkaran tiang monorel di kawasan Kuningan, Jaksel, Rabu (14/1) pagi.
Pram mengatakan, pihaknya menggelontorkan anggaran senilai Rp 102 miliar untuk proyek penataan ini.
“Diperkirakan Rp 102 miliar untuk kebutuhan tersebut. Dan itu sudah dikaji lebih secara mendalam,” lanjut dia.
Pramono mengatakan, ada 109 tiang monorel di sekitar Stasiun LRT Setiabudi sisi Timur yang akan dibongkar. Dengan pembongkaran ini, ia berharap kemacetan di kawasan Kuningan dan sekitarnya dapat berkurang.
“Ada 109 tiang monorel sampai ujung Jalan Rasuna Said. Yang di jalan ini sampai dengan Gran Melia Hotel. Semuanya akan ditata rapi. Saya meyakini ini akan membuat Jalan Rasuna Said semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” kata dia.
Pramono menyebut, pihaknya menargetkan pembongkaran dengan total anggaran Rp 254 juta ini rampung pada September 2026.
“Untuk biaya pembongkarannya sendiri Rp 254 juta. (Selesai) bulan September,” pungkasnya.





