Sebuah mobil minibus bertuliskan “Belajar Mengemudi” tiba-tiba berhenti di tengah perlintasan rel kereta api di Jalan Madukoro, Kota Semarang, pada Selasa (13/1) sekitar pukul 12.50 WIB. Sementara suara sirene terdengar, pertanda kereta sebentar lagi datang.
Diduga pengemudi mobil yang sedang latihan tersebut panik sehingga kendaraannya mendadak mogok tepat di area perlintasan.
Tepat di belakang mobil itu, ada mobil dinas polisi yang ditumpangi Kabid Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar (Kombes) Artanto . Mobil Artanto berhenti di balik palang pintu perlintasan.
Melihat kondisi berbahaya tersebut, Artanto bersama sopirnya bergegas mendorong mobil mogok tersebut keluar dari lintasan rel kereta api.
"Kondisinya waktu itu memang genting dan berbahaya karena mobilnya di tengah-tengah rel. Itu saya spontan langsung minta driver untuk turun. Ayo kita evakuasi, kita dorong bersama," ujar Artanto, Rabu (14/1).
Beruntung masyarakat yang ada di lokasi juga ikut membantu. Mobil itu berhasil diselamatkan 15 detik sebelum kereta melintas.
"Alhamdulillah ada satu warga yang bantuin dorong. Selamat semua. Saya benar-benar deg-degan saat itu karena kereta sudah dekat sekali. Alhamdulillah tidak ada yang terluka," jelas dia.
Berkaca dari peristiwa ini, ia mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu waspada, khususnya saat melewati perlintasan kereta api.
"Perlintasan kereta api adalah titik rawan yang membutuhkan kewaspadaan penuh. Pengendara harus memastikan kondisi kendaraan prima dan tetap tenang, agar tidak terjadi situasi yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain," kata Artanto.



