Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kabupaten Sumbawa
Realisasi tanam padi di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2026 tercatat baru mencapai 35.051 hektare dari total target luas tanam sebesar 73.281 hektare. Capaian tersebut setara dengan 48 persen dan didominasi oleh aktivitas tanam pada periode musim hujan.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pertanian terus mendorong para petani untuk memanfaatkan serta memaksimalkan lahan yang tersedia. Langkah ini dilakukan guna mendukung penguatan program swasembada pangan nasional dari daerah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, mengatakan bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa sebenarnya telah menuntaskan proses tanam padi. Hal ini khususnya terjadi di daerah yang memiliki akses sumber air memadai dari infrastruktur pengairan.
“Sejumlah wilayah telah tuntas menanam padi, terutama lokasi yang memiliki sumber air seperti Cekdam Beringin Sila, Dam Mama, dan Batu Bulan,” ujar Ni Wayan Rusmawati pada Rabu, 14 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa periode tanam musim hujan telah dimulai sejak Oktober 2025 dan akan berlangsung hingga Maret 2026 mendatang. Hingga pertengahan Januari ini, luas tanam padi yang terealisasi baru menyentuh angka 35.051 hektare atau hampir separuh dari target tahunan.
Sementara itu, sisa lahan seluas 38.230 hektare diproyeksikan akan dituntaskan pada periode tanam musim kemarau I dan II. Optimisme ini didukung oleh Program Optimalisasi Pemanfaatan Lahan (OPLAH) yang saat ini dilaporkan telah berjalan dengan baik di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Melalui program OPLAH tersebut, para petani berperan aktif sebagai pelaksana sekaligus pemelihara kegiatan infrastruktur pertanian sesuai dengan dana yang diterima. Pola swakelola ini diharapkan dapat mendorong percepatan tanam dan pencapaian target produksi padi secara maksimal.
Ni Wayan Rusmawati menambahkan bahwa percepatan tanam pada periode musim hujan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan produksi padi secara keseluruhan, sekaligus menjaga stabilitas ketersediaan pangan bagi masyarakat luas.
“Percepatan tanam pada musim hujan menjadi kunci keberhasilan produksi padi dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” tutupnya.
Editor: Redaksi TVRINews




