Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso mengaku lega melihat tiang-tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akhirnya dibongkar pada Rabu.
“Jujur saja, hari ini, hati saya itu lega sekali dengan adanya kepastian yang dicanangkan oleh Pak Gubernur Pramono pada pagi hari ini,” kata Sutiyoso saat dijumpai di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu.
Setelah menyaksikan pembongkaran tiang tersebut, dia menceritakan secara singkat awal mula proyek monorel yang akhirnya mangkrak puluhan tahun itu.
- tvOnenews/Syifa Aulia
Pada 2003, dia berkeinginan untuk menuntaskan persoalan kemacetan Jakarta dengan membuat moda transportasi baru. Kemudian, dia berkonsultasi dengan sejumlah pakar transportasi serta melakukan survei dan studi banding ke berbagai negara.
Saat di Bogota, ibu kota Kolombia, dia terinspirasi untuk membuat monorel di Jakarta. Namun karena kondisi sosial ekonomi saat itu cukup sulit, keinginannya itu tidak dapat segera direalisasikan.
Meski demikian, Sutiyoso tetap bertekad membuat monorel di Jakarta, dan pada 2004, proyek tersebut dicanangkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.
“Artinya, saat dicanangkan presiden, itu berarti segala sesuatunya itu sudah ada. Rencananya jelas, investornya juga ada dari China, tapi saya harus berhenti tahun 2007. Akibatnya, saya tidak tahu, terus mangkrak jadi besi tua seperti ini. Tahun 2014, monorel ini diganti dengan LRT (Light Rail Transit), yang tidak ada rencana sebelumnya,” jelas Sutiyoso.
Di sisi lain, pria yang akrab disapa Bang Yos itu mengakui jika keberadaan tiang-tiang monorel mangkrak tersebut merusak estetika Kota Jakarta. Ia pun berterima kasih kepada Gubernur Jakarta saat ini, Pramono Anung, yang bersedia membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
“Saya terima kasih, mudah-mudahan, kalau saya lewat ini, nggak sakit mata lagi. Saya selama ini terus terpikir, sedih gitu kan. Aku yang mulai itu, jadinya kayak begini,” ungkap Sutiyoso.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meluruskan saat itu, Sutiyoso bukannya enggan menyelesaikan proyek monorel, melainkan masa jabatannya sudah selesai pada 2007, dan proyek itu tidak diteruskan lagi oleh gubernur-gubernur selanjutnya.




