Bukan Persija Jakarta, Alasan Kuat Persebaya Surabaya Berpotensi Kejutkan Persib Bandung di Putaran Kedua Super League

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SURABAYA — Saga transfer Persebaya Surabaya memasuki babak baru di era kepelatihan Bernardo Tavares. Pergerakan agresif Green Force pada bursa transfer paruh musim tak hanya memperlihatkan ambisi internal, tetapi juga menyeret nama besar seperti Persib Bandung dan Persijap Jepara ke dalam pusaran persaingan yang kian panas.

Di saat sebagian klub masih menunggu momentum, Persebaya justru bergerak lebih cepat. Manajemen Green Force telah lebih dulu mengumumkan tiga pemain asing anyar untuk menyongsong putaran kedua Super League 2025/2026. Ketiganya adalah Jefferson Silva, Bruno Paraiba, dan Gustavo Fernandes—seluruhnya berasal dari Brasil.

Tiga nama tersebut bukan rekrutan acak. Mereka merupakan rekomendasi langsung Bernardo Tavares, pelatih anyar yang kini memegang kendali penuh atas arah pembangunan tim. Kehadiran pemain-pemain ini diharapkan tak hanya meningkatkan kualitas teknis, tetapi juga menstabilkan performa Persebaya yang masih inkonsisten di putaran pertama.

Manajemen Persebaya pun belum sepenuhnya menutup pintu bursa. Tavares mengisyaratkan bahwa peluang mendatangkan tambahan pemain masih terbuka, bergantung pada hasil evaluasi internal.

“Kami akan melihat solusi terbaik berdasarkan kontribusi pemain yang ada dan membahasnya bersama dewan direksi,” ujar Bernardo Tavares.

Pernyataan itu menegaskan satu hal: Persebaya bergerak adaptif, siap merespons kebutuhan tim tanpa terikat pada rencana kaku.

Bukan Persija, Persebaya Justru Lebih Siap Mengejutkan Persib

Di tengah sorotan publik yang kerap tertuju pada Persija Jakarta sebagai rival utama Persib Bandung, Persebaya justru perlahan membangun ancaman yang lebih konkret.

Kombinasi pelatih dengan filosofi kuat, penambahan pemain asing sesuai sistem, serta keberanian masuk ke pasar pemain lokal membuat Green Force berpotensi menjadi kuda hitam paling berbahaya di putaran kedua.

Target bersaing di papan atas Super League 2025/2026 pun kembali ditegaskan manajemen. Dan langkah Persebaya bukan sekadar wacana.

Dimas Drajad Masuk Radar

Di luar pemain asing, Persebaya juga dikabarkan mengincar striker lokal milik Persib Bandung, Dimas Drajad, yang saat ini tengah dipinjamkan ke Malut United.

Rumor ketertarikan ini pertama kali mencuat dari akun fanbase Green Force, @tribunpersebaya, pada Kamis (8/1).

“RUMOUR. Apakah dia tertarik gabung kita? Ya atau tidak, coach @bernardotavares80?” tulis akun tersebut.

Secara situasi, peluang Persebaya dinilai cukup terbuka. Di Persib Bandung, persaingan di lini depan terbilang sangat ketat. Posisi penyerang utama kini menjadi milik Andrew Jung dan Ramon Tanque, yang bergantian dimainkan sesuai skema pelatih Bojan Hodak.

Kondisi Dimas Drajad juga tidak sepenuhnya ideal. Relasinya dengan Bobotoh sempat memanas setelah ia ikut selebrasi saat Persib kebobolan di markas Malut United—momen yang memicu respons negatif suporter.

Di sisi lain, Malut United yang meminjam Dimas hingga akhir musim 2025/2026 belum menunjukkan sinyal kuat untuk mempermanenkannya. Sepanjang putaran pertama, Dimas hanya tampil dalam enam pertandingan dengan total 77 menit bermain.

Opsi paling realistis bagi Persebaya adalah skema peminjaman hingga akhir musim, mengingat kontrak Dimas masih terikat bersama Persib hingga 2027.

Bersinggungan dengan Persijap Jepara

Tak hanya bersentuhan dengan Persib, saga transfer Persebaya juga melibatkan Persijap Jepara. Kedua klub kini dikabarkan bersaing memburu striker asal Brasil, Joao Tavares.

Nama Joao Tavares mencuat setelah dibocorkan akun Instagram @transfernews__ft, Selasa (13/1).

“RUMOR. Dua klub Super League Indonesia yakni Persebaya Surabaya dan Persijap Jepara kabarnya tertarik mendatangkan striker asing asal Brasil, Joao Tavares (23),” tulis akun tersebut.

Joao Tavares disebut pernah memperkuat Radomiak Radom di Liga 1 Polandia dengan catatan dua gol dan satu assist dari sembilan pertandingan. Statusnya sempat dikabarkan tanpa klub, namun data Transfermarkt mencantumkan namanya sebagai pemain Ipatinga FC sejak 2 Mei 2025.

Situasi tersebut membuat status kontraknya perlu ditelusuri lebih lanjut. Jika benar bersaing dengan Persijap, Persebaya dituntut bergerak lebih agresif dalam hal nilai kontrak dan durasi kerja sama.

Rodrigo Bassani Ikut Masuk Radar

Selain lini depan, Persebaya juga disebut memasukkan nama Rodrigo Bassani dalam daftar bidikan. Gelandang serang asal Brasil itu sebelumnya juga sempat dikaitkan dengan Persija Jakarta.

Masuknya Bassani ke radar mempertegas arah kebijakan Persebaya di era Bernardo Tavares: membangun tim berbasis sistem, bukan sekadar popularitas nama.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Korban Tewas Protes Iran Tembus 2.000, Trump: Bantuan Segera Datang
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persiapan Indonesia Emas 2045, Pemerintah Perluas Pembangunan SMA Taruna Nusantara
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Dorong Perbanyak SMA Unggulan, Prabowo Targetkan 500 Sekolah dalam 4 Tahun
• 48 menit laluidxchannel.com
thumb
Lakoni Adegan Berbahaya di Film Danur: The Last Chapter, Zee Asadel Alami Cedera dan Lebam
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Michael Carrick jadi Pelatih MU hingga Akhir Musim
• 5 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.