Padang, VIVA – Alarm bahaya benar-benar berbunyi di tubuh Semen Padang FC. Rentetan hasil buruk sepanjang putaran pertama BRI Super League 2025/2026 membuat Kabau Sirah terdampar di zona degradasi dan memaksa manajemen mengambil langkah ekstrem jelang paruh kedua kompetisi.
Hingga pekan ke-17, Semen Padang FC hanya mampu mengoleksi 10 poin dari tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan 13 kekalahan. Catatan tersebut menempatkan klub asal Sumatera Barat itu di peringkat ke-17 dari 18 tim, posisi yang sangat rawan untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Situasi ini terasa deja vu. Pada musim lalu di BRI Liga 1 2024/2025, Semen Padang juga mengakhiri putaran pertama dengan raihan poin yang sama, yakni 10 poin. Bedanya, saat itu Kabau Sirah masih memiliki ruang untuk bangkit dan baru memastikan selamat dari degradasi di pekan ke-34.
Belajar dari pengalaman pahit tersebut, manajemen kini memilih tidak menunggu hingga situasi semakin kritis.
Pembina Semen Padang FC, Andre Rosiade, memastikan timnya akan tampil dengan wajah baru pada putaran kedua, terutama dengan perombakan besar di sektor pemain asing.
“Sesuai dengan pernyataan saya yang menyatakan ingin melaksanakan perombakan atau cuci gudang setelah kalah melawan Persis Solo. Maka yang pertama, kami segera melakukan rapat evaluasi. Saya bersama manajemen dan tim kepelatihan sudah melakukan rapat evaluasi untuk melakukan perombakan,” ujar Andre Rosiade melalui keterangan resmi di akun Instagram pribadinya.
Tak berhenti di situ, Andre mengungkapkan perubahan signifikan akan terjadi di komposisi pemain asing. Semen Padang FC dipastikan akan menambah kekuatan baru demi mendongkrak performa tim.
“Selain enam pemain asing baru, kami akan menambahkan dua orang pemain asing lagi untuk posisi striker dan winger. Sedangkan pemain asing yang tersisa, kami hanya pertahankan dua. Jadi total sementara sampai malam ini, Semen Padang akan menggunakan 10 pemain asing. Di mana delapan pemain asing baru, dan dua pemain lama,” tambah Andre.
Langkah ini menunjukkan keseriusan manajemen untuk keluar dari jerat degradasi secepat mungkin. Sektor lini depan menjadi perhatian utama, mengingat minimnya produktivitas gol sepanjang putaran pertama.




