Industri Keramik Targetkan Utilisasi 80 Persen pada 2026, Raih Investasi Rp 5 T

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) optimistis industri keramik nasional akan mengalami kenaikan pada tahun ini. Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto, menargetkan utilisasi produksi mencapai 80 persen tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Dia juga menargetkan investasi baru sekitar Rp 5 triliun pada sektor industri keramik. Selain itu, ekspansi kapasitas produksi ditarget mencapai 70 juta meter persegi per tahun, serta penyerapan 3.500 tenaga kerja baru.

“Dengan sinergi kuat antara pemerintah dan pelaku industri, kami yakin industri keramik nasional tidak hanya bangkit, tetapi juga menjadi pemain utama di kawasan,” ujar Edy dalam keterangannya, Rabu (14/1).

Edy menjelaskan, kebijakan pemerintah yang pro-industri, peningkatan kapasitas produksi, serta prospek pertumbuhan konsumsi domestik yang masih besar dinilai mampu mengejar target tersebut. “Target ini realistis dengan catatan dukungan kebijakan pemerintah tetap konsisten dan persoalan struktural industri segera diselesaikan,” jelasnya.

Menurut dia, kebijakan pemerintah yang turut mendorong utilisasi di antaranya penerapan bea masuk antidumping dan safeguard keramik, SNI wajib untuk produk keramik, program pembangunan 3 juta unit rumah, insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) sektor properti, penurunan suku bunga perbankan, serta program FLPP sebanyak 350.000 unit rumah. Kebijakan tersebut diyakini mampu mendongkrak permintaan keramik domestik secara signifikan.

Asaki juga memproyeksikan kapasitas terpasang ubin keramik nasional akan terus meningkat pada tahun ini, menyentuh 672 juta meter persegi per tahun. Selanjutnya pada 2027 ditargetkan mencapai 701 juta meter persegi per tahun, dan pada 2029 mencapai 720 juta meter persegi per tahun.

Namun demikian, tingkat konsumsi keramik per kapita Indonesia masih relatif rendah. Pada 2029, konsumsi diperkirakan baru mencapai 2,5 meter persegi per kapita, jauh tertinggal dibandingkan, China dan Vietnam yang mencapai 4 meter persegi per kapita, Malaysia dan Thailand sekitar 3–3,5 meter persegi per kapita.

“Artinya, ruang ekspansi industri keramik nasional masih sangat besar,” tegas Edy.

Tantangan Industri Keramik

Edy membeberkan sejumlah tantangan krusial bagi industri keramik. Pertama, krisis pasokan gas industri. Menurutnya, industri keramik di Jawa Barat hanya menerima sekitar 60 persen pasokan gas, sementara Jawa Timur 50–55 persen, sesuai HGBT USD 7 per MMBTU. Kekurangannya harus ditebus dengan harga surcharge mahal hingga USD 15,4 persen MMBTU, yang menekan daya saing dan utilisasi produksi.

Kedua, lonjakan impor keramik. Berdasarkan data Asaki sepanjang 2025, impor keramik melonjak drastis, India naik 55 persen, Vietnam 32 persen, dan Malaysia melonjak 210 persen.

"Kami akan bekerja sama dengan KADI untuk menginisiasi penyelidikan dumping terhadap India pada semester I 2025, serta menelusuri dugaan transhipment produk China melalui Malaysia," ungkapnya.

Tantangan ketiga, masalah bahan baku tanah liat. Menurut Edy, pencabutan izin tambang di Jawa Barat menyebabkan gangguan pasokan bahan baku utama industri keramik. Keempat, usulan pemindahan pintu masuk impor.

"Selain ubin keramik, kepengurusan Asaki periode terbaru juga menaruh perhatian besar pada industri tableware, yang saat ini tingkat utilisasinya masih di bawah 50 persen akibat serbuan produk impor China yang diduga dumping dan ilegal," tambahnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Rendam 2.172 Hektare Sawah di Jepara
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Airlangga Siapkan Dana Rp335 Triliun untuk MBG 2026
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Proliga 2026, Bandung bjb Tandamata Siapkan Kejutan
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Heboh Video Warga Desa di Guizhou, Tiongkok Menyembelih Babi Tahun Baru, Babi Seperti Berlutut dengan Kedua Lutut Memohon Ampun, Membuat Semua Orang Terkejut
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Disnakertrans Kabupaten Gorontalo Terbitkan Edaran Bupati Terkait Penerapan UMP 2026
• 18 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.