JAKARTA, DISWAY.ID - Sebanyak 1.541 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Perhimpunan Ojek Online Indonesia bersama sejumlah elemen massa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Januari 2026.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung mengatakan ribuan personel tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta Polsek jajaran.
BACA JUGA:Viral Pak Ogah Jaga Palang Rantai di Exit Tol Rawa Buaya, Begini Penjelasan Operator Tol
BACA JUGA:Kemlu Pulangkan 27.768 WNI dari Kasus Konflik Bersenjata hingga Judol di Luar Negeri
Pengamanan dilakukan guna memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman, tertib, dan kondusif.
"Seluruh personel pengamanan dipastikan tidak dibekali senjata api dan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta profesional," katanya kepada awak media, Rabu 14 Januari 2026.
Diungkapkannya, kehadiran aparat kepolisian semata-mata untuk melayani masyarakat dan menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai.
"Kita hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat. Personel di lapangan tidak membawa senjata api dan diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional," ungkapnya.
Pihaknya mengimbau para orator dan peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban, tidak memprovokasi massa lain, tidak menutup jalan umum, serta tidak melakukan tindakan anarkis seperti membakar ban bekas atau merusak fasilitas umum.
BACA JUGA:Ahli Pidana: Netflix Bisa Laporkan Pelapor Pandji Soal Barbuk Mens Rea dalam Flashdisk!
BACA JUGA:Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Disaksikan Sutiyoso, Pramono: Jakarta Sedang Menata Diri
"Kami harap massa aksi tidak melakukan perlawanan terhadap petugas dan bersama-sama menjaga ketertiban serta keamanan," imbaunya.
Selain itu, masyarakat yang berada di sekitar kawasan Monas diminta tidak mudah terpancing provokasi.
Sementara bagi pengguna jalan, kepolisian menyarankan untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas selama aksi berlangsung.
"Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan. Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif," ujarnya.



